Nostalgia Blok M dan Penemuan "The Dividend Investor" Raditya Dika
- youtube
Olret – Di kalangan generasi milenial dan pencinta literasi, nama Raditya Dika tentu sudah tidak asing lagi. Namun, selain dikenal sebagai komika, penulis, dan sutradara, Radit belakangan ini kian gencar membagikan perjalanannya di dunia finansial.
Melalui kanal podcast miliknya, Radit baru-baru ini membagikan sebuah kisah menarik yang mempertemukannya dengan Jefferly Helian, penulis buku finansial populer The Dividend Investor.
Pertemuan ini bukan sekadar wawancara biasa, melainkan berawal dari sebuah nostalgia masa kecil dan ketidaksengajaan yang berujung pada persiapan masa pensiun.
Nostalgia Blok M dan Penemuan 'The Dividend Investor'
Bandar di Pasar Saham
- Youtube
Bagi Raditya Dika, kawasan Blok M menyimpan memori masa kecil yang mendalam. Ia menceritakan bagaimana dahulu sering menumpang bajaj, turun di Melawai Plaza, dan berjalan kaki menuju salah satu toko buku legendaris yang kini telah bersolek.
"Dari pas gua kecil, salah satu Gramedia yang sering gua datangin adalah Gramedia Melawai," kenang Radit. "Nah, ternyata mereka kan sudah rebranding nih jadi Gramedia Jalma. Semenjak mereka rebranding, gua jadi sering main ke sana."
Dalam salah satu kunjungan santainya bersama keluarga setelah menyantap hidangan di restoran Jepang terdekat, pandangan Radit tertuju pada sebuah rak buku yang khusus membahas seputar saham dan investasi. Di sanalah ia menemukan buku bertajuk The Dividend Investor.
Bukan tanpa alasan buku tersebut menarik perhatiannya. Radit mengaku saat ini tengah menyusun strategi matang untuk masa tuanya. "Karena gua memang lagi menyiapkan untuk pensiun gua, dan gua memang ujungnya kan nanti dari dividend investing," ungkapnya.
Dari Digital Marketing ke Dunia Saham
Ilustrasi Crypto & Saham AS.
- Freepik: pvproductions
Ketertarikan yang mendalam setelah melahap habis isi buku tersebut mendorong Radit untuk menggunakan "hak istimewa" sebagai pemilik podcast ternama. Ia langsung menghubungi sang penulis, Jefferly Helian, dan mengundangnya untuk berbincang secara mendalam.
Menariknya, Jefferly sebenarnya memiliki latar belakang karier yang cukup kontras dengan dunia pasar modal. Ia lama berkecimpung secara profesional di bidang digital marketing. Namun, bagi Jefferly, investasi bukanlah hal baru.
"Awalnya kerjaan aku memang di digital marketing. Cuma karena hobi investasi dan emang sejak kuliah tuh sudah mulai menekuni investasi, mempelajarilah," jelas Jefferly.
Pengalaman empiris dan jatuh bangun selama bertahun-tahun di pasar saham itulah yang akhirnya ia formulasikan menjadi sebuah buku panduan praktis yang diterbitkan oleh Elex Media Komputindo sekitar tahun 2022 atau 2023.
Hubungan Lama dengan Penerbit Besar
Menerbitkan buku bertema finansial di bawah bendera penerbit mayor sekelas Elex Media tentu bukan perkara mudah bagi sebagian besar investor. Namun, Jefferly ternyata memiliki rekam jejak yang panjang di dunia kepenulisan.
Ia mengungkapkan bahwa dirinya telah aktif menulis buku sejak duduk di bangku SMA pada tahun 2012, di mana fokus utamanya kala itu adalah tema-tema pemasaran digital. Hubungan baik yang telah terjalin selama satu dekade dengan pihak redaksi mempermudah jalannya saat ingin beralih haluan menulis tentang saham.
"Pas tahun 2020-2021, kebetulan kan udah kenal sama editor redaksinya. Jadi kepikiranlah buat bikin buku tentang saham. Aku propose idenya dulu sama gambaran bukunya kayak gimana, disetujuin sama mereka, baru aku kerjain naskahnya," tutur Jefferly.
Obrolan antara Raditya Dika dan Jefferly Helian ini menjadi angin segar bagi para investor ritel di Indonesia. Melalui strategi dividend investing yang dibahas, keduanya sepakat bahwa menyiapkan masa pensiun yang mapan bukan lagi sekadar impian, melainkan sebuah rencana matang yang bisa dimulai dari lembaran-lembaran buku dan aksi nyata di pasar modal.