Kebiasaan Mengeluh Ternyata Bisa Menular, Ini Penjelasannya

Cara Sederhana Mengembalikan Mood
Sumber :
  • Freepik.com

Olret – Suasana hati seseorang ternyata tidak hanya dipengaruhi oleh apa yang terjadi dalam hidupnya, tetapi juga oleh lingkungan di sekitarnya. Itulah mengapa berada di tengah orang-orang yang optimis sering membuat kita ikut bersemangat. Sebaliknya, jika setiap hari mendengar keluhan, tanpa sadar kita juga bisa menjadi lebih mudah mengeluh.

img_title Kebiasaan 2 Menit yang Bisa Mengubah Hari Jadi Lebih Produktif

Menariknya, para ahli psikologi menemukan bahwa kebiasaan mengeluh memang dapat menyebar dari satu orang ke orang lain. Lalu, bagaimana hal ini bisa terjadi?

Otak Suka Menyesuaikan Diri dengan Lingkungan

img_title 5 Pertimbangan Sebelum Memutuskan Resign Tanpa Back Up Plan

Manusia memiliki kemampuan alami untuk belajar melalui pengamatan. Cara berbicara, kebiasaan, hingga pola pikir orang-orang di sekitar dapat memengaruhi perilaku seseorang.

Ketika setiap hari mendengar berbagai keluhan, otak mulai menganggap pola komunikasi tersebut sebagai sesuatu yang normal. Akibatnya, kita menjadi lebih mudah memperhatikan hal-hal yang tidak menyenangkan dan terdorong untuk mengeluh juga.

img_title 5 Kalimat Sederhana yang Membantu Anak Lebih Percaya Diri

Inilah salah satu alasan mengapa lingkungan memiliki pengaruh besar terhadap cara seseorang memandang kehidupan.

Keluhan Membuat Otak Fokus pada Hal Negatif

Mengeluh sesekali merupakan hal yang wajar. Namun, jika dilakukan terus-menerus, otak akan terbiasa mencari masalah daripada melihat hal-hal baik yang juga terjadi.

Fenomena ini berkaitan dengan negativity bias, yaitu kecenderungan otak untuk lebih mudah memperhatikan pengalaman negatif dibandingkan pengalaman positif.

Akibatnya, seseorang bisa merasa harinya buruk hanya karena beberapa kejadian kecil yang mengganggu, meskipun sebenarnya banyak hal baik yang terjadi pada hari yang sama.

Efek Berantai dalam Percakapan

Keluhan sering kali memicu keluhan lain. Saat seseorang mengeluhkan pekerjaannya, orang lain biasanya akan membalas dengan cerita tentang masalah yang sedang dihadapinya.

Tanpa disadari, percakapan berubah menjadi kumpulan cerita negatif yang saling bersambung. Semakin sering hal ini terjadi, semakin kuat pula kebiasaan mengeluh terbentuk dalam sebuah lingkungan.

Karena manusia cenderung ingin merasa terhubung dengan kelompoknya, pola komunikasi seperti ini dapat dengan mudah menyebar.

Bisa Memengaruhi Mood dan Tingkat Stres

Terlalu sering mendengar atau mengucapkan keluhan dapat membuat pikiran terus berfokus pada masalah. Kondisi ini berpotensi meningkatkan stres dan membuat suasana hati menjadi kurang nyaman.

Halaman Selanjutnya
img_title