Kenapa Anak Lebih Rewel Saat Bersama Ibunya? Ini Penjelasannya

Ilustrasi anak merasa gagal
Sumber :
  • https://www.pexels.com/@gustavo-fring

Olret – Ada satu hal yang sering membuat banyak ibu bertanya-tanya. Saat bersama ayah, kakek-nenek, atau pengasuh, anak terlihat anteng dan mudah diajak bekerja sama. Namun, begitu bertemu ibu, suasananya bisa berubah dalam hitungan menit. Anak mulai merengek, mudah menangis, ingin digendong terus, bahkan menjadi lebih sensitif.

img_title 5 Tanda Kamu dan Pasangan Mulai Kehilangan Quality Time

Sekilas, kondisi ini mungkin membuat ibu merasa sedih atau berpikir bahwa dirinya kurang mampu menenangkan anak. Padahal, menurut para ahli perkembangan anak, justru sebaliknya. Anak yang lebih rewel saat bersama ibunya sering kali menunjukkan bahwa ia merasa paling aman untuk mengekspresikan emosinya.

Ibu Adalah Tempat Paling Aman bagi Anak

img_title Cuaca Dingin Bikin Lapar Terus? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Sejak lahir, anak membangun ikatan emosional dengan orang yang paling sering merawatnya. Pada banyak keluarga, sosok tersebut adalah ibu. Ikatan yang kuat ini membuat anak merasa diterima apa adanya, termasuk saat sedang lelah, kecewa, kesal, atau sedih.

Di hadapan orang lain, anak mungkin berusaha menahan emosinya. Namun ketika bertemu ibu, ia merasa tidak perlu berpura-pura baik-baik saja. Semua perasaan yang selama ini ditahan akhirnya keluar dalam bentuk tangisan, rengekan, atau sikap yang lebih manja.

img_title Buat Kamu Yang Pingin Jadi Menantu Idaman. Coba Terapkan 5 Cara Ini

Jadi, kerewelan bukan selalu tanda anak sulit diatur. Bisa jadi, itu adalah cara anak menunjukkan bahwa ia merasa berada di tempat yang paling nyaman.

Anak Juga Bisa Lelah Secara Emosional

Orang dewasa sering merasa lega setelah pulang ke rumah dan bertemu keluarga. Setelah seharian bekerja atau beraktivitas, rumah menjadi tempat untuk melepas penat.

Anak pun mengalami hal yang sama. Selama di sekolah, tempat bermain, atau penitipan, mereka belajar mengikuti aturan, bergantian bermain, mendengarkan guru, dan mengendalikan emosinya. Semua itu membutuhkan energi yang tidak sedikit.

Ketika akhirnya bertemu ibu, anak seperti melepaskan semua beban emosinya. Tak heran jika ia menjadi lebih rewel sesaat setelah dijemput atau ketika ibu pulang bekerja.

Kemampuan Mengelola Emosi Belum Matang

Balita belum memiliki kemampuan mengelola emosi seperti orang dewasa. Bagian otak yang mengatur kontrol diri masih berkembang hingga bertahun-tahun kemudian.

Halaman Selanjutnya
img_title