5 Sikap yang Terlihat Sepele Tapi Bisa Membuat Pasangan Merasa Tidak Dihargai
- Pexels/Jasmin Wedding Photography
Olret – Dalam hubungan, rasa tidak dihargai tidak selalu muncul karena masalah besar. Kadang, justru terbentuk dari hal-hal kecil yang dilakukan berulang kali sampai pasangan mulai merasa, “Kok aku seperti tidak dianggap, ya?”
Sikap tersebut mungkin terlihat biasa bagi yang melakukannya. Namun, jika terus terjadi, pasangan bisa merasa kebutuhannya tidak penting atau keberadaannya mulai diabaikan.
Berikut beberapa sikap yang kelihatannya sepele, tetapi bisa memengaruhi hubungan.
1. Sibuk dengan HP ketika pasangan sedang bercerita
Sesekali mengecek pesan tentu bukan masalah. Namun, ketika pasangan sedang menceritakan sesuatu yang dianggap penting lalu perhatian justru tertuju pada layar, ia bisa merasa tidak benar-benar didengarkan.
Bukan hanya soal HP. Kebiasaan melihat televisi, bermain gim, atau melakukan aktivitas lain ketika pasangan sedang bicara juga bisa memberikan kesan bahwa ceritanya tidak cukup penting untuk mendapatkan perhatian.
2. Sering memotong pembicaraan
Memotong pembicaraan mungkin dilakukan karena ingin segera menjelaskan sesuatu atau takut lupa dengan apa yang ingin disampaikan.
Namun, jika menjadi kebiasaan, pasangan bisa merasa pendapatnya tidak diberi ruang. Apalagi ketika setiap kali berbicara, pembahasannya selalu diarahkan kembali kepada pengalaman atau sudut pandang kita sendiri.
Mendengarkan sampai selesai sebenarnya merupakan bentuk penghargaan yang sederhana.
3. Menganggap bantuan pasangan sebagai kewajiban
Pasangan membantu mengurus sesuatu, mengantar, menemani, atau melakukan pekerjaan rumah. Karena sudah sering dilakukan, kita akhirnya menganggapnya sebagai hal yang memang seharusnya dilakukan.
Di sinilah masalah kecil bisa muncul.
Ketika usaha pasangan tidak pernah diakui, ia bisa merasa kontribusinya tidak terlihat. Padahal, ucapan sederhana seperti “makasih, ya” dapat menunjukkan bahwa kita menyadari dan menghargai apa yang sudah dilakukan.
4. Membuat keputusan tanpa melibatkannya
Tidak semua keputusan memang harus didiskusikan bersama. Ada hal-hal kecil yang wajar diputuskan sendiri.
Namun, untuk keputusan yang berdampak pada kehidupan berdua, terus mengambil keputusan tanpa mempertimbangkan pasangan bisa membuatnya merasa hanya sebagai orang yang ikut menjalani keputusan, bukan bagian dari hubungan.
Rasa dihargai sering kali muncul ketika seseorang merasa pendapatnya dipertimbangkan, meskipun keputusan akhirnya belum tentu sesuai dengan keinginannya.