7 Sunnah Idul Adha yang Sering Dilupakan

salat id
Sumber :
  • pinterest.com

Olret – Idul Adha bukan cuma tentang daging kurban dan kumpul keluarga. Di balik suasana ramai dan aroma sate di mana-mana, ada banyak sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan umat Muslim. Menariknya, beberapa sunnah ini ternyata sering terlupakan karena orang lebih fokus pada persiapan masak atau aktivitas lainnya.

img_title 5 Tekanan Menjadi Orang Dewasa yang Jarang Dibicarakan

Padahal, sunnah-sunnah Idul Adha bukan sekadar tradisi tambahan. Ada makna spiritual, sosial, bahkan kesehatan di baliknya.

1. Mandi Sebelum Salat Id

img_title 4 Restoran Keluarga Salatiga yang Seru untuk Kumpul Bersama

Salah satu sunnah sebelum salat Id adalah mandi terlebih dahulu. Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa para sahabat melakukan mandi sebelum berangkat salat Id.

Dari Nafi’, disebutkan:

img_title 5 Alasan Lebih Mudah Kesal pada Keluarga Dibanding Orang Lain

كَانَ ابْنُ عُمَرَ يَغْتَسِلُ يَوْمَ الْفِطْرِ قَبْلَ أَنْ يَغْدُوَ إِلَى الْمُصَلَّى

“Abdullah bin Umar mandi pada hari raya sebelum berangkat ke tempat salat.”

(HR. Malik dalam Al-Muwaththa’)

Para ulama juga menganalogikan sunnah ini pada Idul Adha karena keduanya sama-sama hari raya umat Islam.

2. Memakai Pakaian Terbaik

Rasulullah SAW menganjurkan umat Muslim tampil rapi dan bersih di hari raya.

Dalam hadis disebutkan:

إِنَّ هَذَا يَوْمُ عِيدٍ جَعَلَهُ اللَّهُ لِلْمُسْلِمِينَ

“Sesungguhnya ini adalah hari raya yang Allah jadikan untuk kaum Muslimin.”

(HR. Ibnu Majah)

Karena itu, para sahabat biasa memakai pakaian terbaik mereka saat hari raya.

3. Mengumandangkan Takbir

Takbir menjadi sunnah yang sangat khas pada Idul Adha. Allah SWT berfirman:

وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

“Dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur.”

(QS. Al-Baqarah: 185)

Untuk Idul Adha, takbir dianjurkan sejak tanggal 9 Dzulhijjah hingga hari tasyrik berakhir.

4. Tidak Makan Sebelum Salat Idul Adha

Berbeda dengan Idul Fitri, pada Idul Adha dianjurkan menunda makan sampai selesai salat Id.

Rasulullah SAW bersabda:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ لَا يَغْدُو يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَأْكُلَ، وَلَا يَأْكُلُ يَوْمَ الْأَضْحَى حَتَّى يَرْجِعَ فَيَأْكُلَ مِنْ أُضْحِيَّتِهِ

“Rasulullah SAW tidak keluar pada hari Idul Fitri hingga beliau makan terlebih dahulu, dan beliau tidak makan pada hari Idul Adha sampai beliau pulang lalu makan dari hewan kurbannya.”

(HR. Ahmad dan Tirmidzi)

5. Berjalan Kaki ke Tempat Salat

Dalam hadis disebutkan:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَخْرُجُ إِلَى الْعِيدِ مَاشِيًا وَيَرْجِعُ مَاشِيًا

“Rasulullah SAW pergi menuju salat Id dengan berjalan kaki dan pulang juga dengan berjalan kaki.”

(HR. Ibnu Majah)

Selain menjadi sunnah, kebiasaan ini juga membuat suasana hari raya terasa lebih hangat karena bisa bertemu dan menyapa banyak orang di perjalanan.

Halaman Selanjutnya
img_title