7 Sunnah Idul Adha yang Sering Dilupakan
- pinterest.com
6. Melewati Jalan Berbeda Saat Pulang
Ini termasuk sunnah yang cukup unik namun sering dilakukan Rasulullah SAW.
Dari Jabir bin Abdullah RA:
كَانَ النَّبِيُّ ﷺ إِذَا كَانَ يَوْمُ عِيدٍ خَالَفَ الطَّرِيقَ
“Nabi SAW apabila pada hari raya, beliau melewati jalan yang berbeda.”
(HR. Bukhari)
Para ulama menjelaskan hikmahnya antara lain untuk memperluas silaturahmi dan memperbanyak syiar Islam.
7. Memperbanyak Sedekah dan Berbagi
Idul Adha punya nilai sosial yang sangat kuat. Allah SWT berfirman:
فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيرَ
“Makanlah sebagian darinya dan berikanlah untuk dimakan orang yang sengsara lagi fakir.”
(QS. Al-Hajj: 28)
Karena itu, momen kurban bukan sekadar menyembelih hewan, tetapi juga tentang berbagi kebahagiaan dan kepedulian kepada sesama.
Di balik semua sunnah tersebut, ada pesan tentang rasa syukur, kebersihan hati, kepedulian sosial, dan kedekatan dengan Allah SWT.
Jadi, selain sibuk memikirkan menu olahan daging, tidak ada salahnya mulai menghidupkan sunnah-sunnah kecil yang diajarkan Rasulullah SAW. Karena justru dari kebiasaan sederhana itulah makna Idul Adha terasa lebih hangat dan penuh berkah.