5 Manfaat Kesehatan Chestnut yang Didukung Bukti Ilmiah
- https://www.pexels.com/id-id/foto/makanan-piring-panen-musim-gugur
Olret – Chestnut bukan hanya camilan yang lezat, tetapi juga kaya akan nutrisi yang dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan. Manfaat tersebut meliputi peningkatan kesehatan jantung dan pencernaan, serta pengendalian kadar gula darah.
Chestnut adalah kacang yang dapat dimakan dari pohon dan semak yang termasuk dalam genus Castanea. Kacang ini memiliki rasa lezat dengan sedikit sentuhan manis dan sangat serbaguna. Anda bisa mengolahnya ke dalam berbagai hidangan, seperti isian masakan, salad, dan sup.
Terdapat beragam jenis chestnut, namun semuanya memiliki karakteristik yang serupa. Jenis yang paling umum ditemui antara lain chestnut Amerika, chestnut Tiongkok, chestnut Jepang atau Korea, dan chestnut Eropa.
Perlu dicatat bahwa chestnut ini tidak berkerabat dengan water chestnut (Eleocharis dulcis), yaitu sejenis sayuran air yang populer dalam kuliner Asia.
Berikut adalah lima manfaat kesehatan menarik dari chestnut.
1. Kaya akan nutrisi
Meskipun ukurannya kecil, kacang kastanye kaya akan berbagai nutrisi. Satu porsi kacang kastanye panggang sebanyak 10 butir (84 gram) mengandung hal-hal berikut:
- Kalori: 206.
- Protein: 2,7 gram.
- Lemak: 1,9 gram.
- Karbohidrat: 44,5 gram.
- Serat: 4,3 gram, 15 persen dari Angka Kecukupan Gizi (AKG).
- Tembaga: 47 persen dari AKG.
- Mangan: 43 persen dari AKG.
- Vitamin B6: 25 persen dari AKG.
- Vitamin C: 24 persen dari AKG.
- Tiamin: 17 persen dari AKG.
- Folat: 15 persen dari AKG.
- Riboflavin: 11 persen dari AKG.
- Kalium: 11 persen dari AKG.
Chestnut juga merupakan sumber yang baik untuk beberapa vitamin dan mineral lainnya, termasuk vitamin K, B5, dan B3, serta fosfor dan magnesium.
Dibandingkan dengan sebagian besar jenis kacang lainnya, chestnut mengandung lebih sedikit kalori karena rendah lemak.
Chestnut juga memiliki kandungan karbohidrat yang lebih tinggi dibandingkan kebanyakan kacang serta mengandung serat dalam jumlah yang cukup baik, yaitu memenuhi 15 persen dari kebutuhan harian Anda dalam satu porsi.
2. Sumber antioksidan yang sangat baik
Chestnut mengandung beragam antioksidan yang penting bagi kesehatan Anda. Antioksidan tersebut meliputi:
- vitamin C.
- asam galat.
- asam elagat.
- tanin.
- alkaloid.
- berbagai polifenol.
- lutein.
- zeaksantin.
Lutein dan zeaksantin menumpuk di retina mata dan melindunginya dari kerusakan akibat cahaya biru.
Antioksidan adalah senyawa yang membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat molekul tidak stabil yang disebut radikal bebas.
Kadar radikal bebas yang tinggi dapat menyebabkan kondisi yang disebut stres oksidatif. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko penyakit kronis, seperti penyakit jantung, diabetes, dan kanker.
Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa berbagai antioksidan yang terkandung dalam chestnut, seperti asam galat dan asam elagat, dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung, mengurangi resistensi insulin, serta menghambat pertumbuhan dan penyebaran tumor.
3. Dapat mendukung kesehatan jantung
Chestnut merupakan sumber nutrisi yang baik bagi kesehatan jantung Anda.
Pertama, kacang ini mengandung antioksidan, seperti asam galat dan asam elagat. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa antioksidan tersebut dapat membantu melindungi jantung dari stres oksidatif, suatu kondisi yang dapat meningkatkan risiko stroke dan penyakit jantung.
Chestnut juga merupakan sumber kalium yang baik, dengan kandungan yang memenuhi 11% dari kebutuhan harian Anda. Kalium penting untuk kesehatan jantung dan membantu mengatur tekanan darah.
Selain itu, penelitian menemukan bahwa pola makan yang kaya kalium dapat menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke.
4. Tinggi serat
Chestnut merupakan sumber serat yang baik, yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Salah satunya, serat membantu menambah massa tinja sehingga lebih mudah dikeluarkan.
Selain itu, serat dari makanan yang Anda konsumsi akan sampai ke usus besar dalam keadaan sebagian besar belum tercerna, lalu berperan sebagai prebiotik. Artinya, serat tersebut menjadi sumber nutrisi bagi bakteri baik di usus yang memfermentasi serat.
Saat bakteri usus memfermentasi serat, mereka menghasilkan berbagai senyawa bermanfaat, termasuk asam lemak rantai pendek.
Asam lemak rantai pendek ini menawarkan beragam manfaat. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa senyawa ini dapat mendukung kesehatan usus, mengurangi peradangan, serta memperbaiki pengendalian kadar gula darah.
Terakhir, karena serat melewati tubuh tanpa banyak dicerna, serat membantu memberikan rasa kenyang tanpa menambah asupan kalori. Hal ini dapat membantu dalam pengelolaan berat badan.
5. Dapat memperbaiki pengendalian gula darah
Menjaga kadar gula darah tetap sehat sangatlah penting bagi kesehatan Anda, terutama jika Anda menderita prediabetes atau diabetes.
Kadar gula darah yang tinggi secara terus-menerus dapat meningkatkan risiko komplikasi kesehatan, seperti kerusakan pada pembuluh darah dan organ tubuh.
Kacang kastanye memiliki beberapa khasiat menarik yang dapat membantu mengontrol kadar gula darah.
Meskipun memiliki kandungan karbohidrat yang lebih tinggi dibandingkan kebanyakan jenis kacang lainnya, kastanye merupakan sumber serat yang baik yang dapat membantu mencegah lonjakan kadar gula darah.
Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa kandungan antioksidan dalam kastanye, seperti asam galat dan asam elagat membantu mengelola kadar gula darah dan berpotensi meningkatkan sensitivitas insulin, sehingga sel-sel tubuh menjadi lebih responsif terhadap insulin.
Namun, kastanye tetap tergolong sebagai kacang dengan kandungan karbohidrat yang tinggi. Mengonsumsi kastanye dalam jumlah sedikit hingga sedang memang dapat memberikan manfaat-manfaat tersebut, tetapi konsumsi yang berlebihan dan terlalu sering justru dapat meniadakan manfaat kesehatannya.
Jadi itulah lima manfaat kesehatan dari chestnut yang didukung bukti ilmiah. Chestnut atau kacang kastanye memiliki kandungan yang baik bagi tubuh.