Bagaimana Rasa Bahagia Membuat Anda Lebih Sehat

Rasa bahagia membuat lebih sehat
Sumber :
  • https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images

Olret – “Kebahagiaan adalah makna dan tujuan hidup, sasaran serta akhir dari keberadaan manusia.”

Filsuf Yunani kuno Aristoteles mengucapkan kata-kata ini lebih dari 2.000 tahun yang lalu, dan kata-kata tersebut masih tetap relevan hingga hari ini.

Kebahagiaan adalah istilah luas yang menggambarkan pengalaman emosi positif, seperti sukacita, rasa puas, dan kepuasan.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa menjadi lebih bahagia tidak sekadar membuat Anda merasa lebih baik, hal itu justru mendatangkan berbagai potensi manfaat bagi kesehatan.

Artikel ini mengeksplorasi bagaimana perasaan bahagia dapat membuat Anda lebih sehat.

Mendukung Gaya Hidup Sehat

Merasa bahagia mendorong berbagai kebiasaan gaya hidup yang penting bagi kesehatan secara menyeluruh. Orang yang bahagia cenderung menjalani pola makan yang lebih sehat, dengan asupan buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian utuh yang lebih tinggi.

Sebuah studi terhadap lebih dari 7.000 orang dewasa menemukan bahwa mereka yang memiliki kesejahteraan positif 47 persen lebih mungkin mengonsumsi buah-buahan dan sayuran segar dibandingkan dengan mereka yang tingkat kesejahteraannya kurang positif.

Pola makan yang kaya akan buah-buahan dan sayuran secara konsisten dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan, termasuk penurunan risiko diabetes, stroke, dan penyakit jantung.

Dalam studi yang sama terhadap 7.000 orang dewasa, para peneliti menemukan bahwa individu dengan kesejahteraan (well-being) yang positif memiliki kemungkinan 33 persen lebih besar untuk aktif secara fisik, dengan melakukan aktivitas fisik selama 10 jam atau lebih per minggu.

Aktivitas fisik secara teratur membantu membangun tulang yang kuat, meningkatkan tingkat energi, mengurangi lemak tubuh, serta menurunkan tekanan darah.

Terlebih lagi, merasa lebih bahagia juga dapat memperbaiki kebiasaan dan pola tidur, yang penting untuk konsentrasi, produktivitas, performa saat berolahraga, serta menjaga berat badan yang sehat.

Sebuah studi terhadap lebih dari 700 orang dewasa menemukan bahwa masalah tidur, termasuk sulit untuk mulai tidur maupun sulit untuk tetap tertidur terjadi 47 persen lebih sering pada mereka yang melaporkan tingkat kesejahteraan positif yang rendah.

Meskipun demikian, sebuah tinjauan tahun 2016 terhadap 44 studi menyimpulkan bahwa, meskipun tampaknya terdapat hubungan antara kesejahteraan positif dan kualitas tidur, penelitian lebih lanjut melalui studi yang dirancang dengan baik masih diperlukan untuk mengonfirmasi keterkaitan tersebut.