Tobi: Penyamaran Paling Brutal di Naruto
- youtube
Ini adalah ironi mental yang sangat sakit. Obito memakai sifat makhluk yang menemaninya saat dia melihat wanita yang ia cintai mati sebagai topeng untuk menyembunyikan identitasnya selama bertahun-tahun. Bagi Obito, Tobi bukan cuman penyamaran tempur, itu adalah pertahanan mental agar dia tidak perlu menghadapi realita dari dosa-dosa berdarah yang sering ia lakukan setiap harinya.
Dedikasi Sandiwara Uchiha Obito
Bagian paling gila dari penyamaran ini bukan pada gaya bahasanya tapi pada eksekusi fisiknya. Obito menguasai teknik perubahan suara yang berada di luar nalar manusia normal. Dalam versi anime hal ini sangatlah jelas terlihat.
Obito punya tiga jenis suara yang sangat berbeda: suara pertama adalah suara aslinya, nada bicara pria dewasa yang lelah dan penuh luka; suara kedua adalah suara Tobi, nada melengking konyol dan terdengar sangat dibuat-buat; dan suara ketiga adalah suara saat dia meniru Madara Uchiha, nada bicara yang sangat berat, berwibawa, dan mengintimidasi.
Perpindahan antara ketiga suara ini dilakukan tanpa bantuan jutsu pengubah suara dari luar. Ini adalah bukti jika Zetsu Hitam tidak cuman mengajari Obito tentang sejarah dunia, tapi juga melatihnya jadi dalang manipulasi paling mematikan. Obito bersandiwara total dan mendedikasikan seluruh sel sarafnya untuk peran yang dia mainkan.
Pikirkan betapa rusaknya mental Obito. Setiap hari dia harus melompat menghindari bom Deidara di siang hari, bertingkah konyol minta ampun, lalu saat malam tiba dia kembali ke markas. Dia harus melepaskan topeng itu, dia melihat separuh wajahnya yang hancur di cermin, mengingatkan kembali tangannya yang berlumuran darah Rin dan gurunya sendiri. Sadar jika dia membuang harga dirinya sepanjang hari cuman demi rencana gila untuk menciptakan dunia mimpi.
Dan puncak perubahan akhir diperlihatkan secara brilian tepat setelah Itachi mati melawan Sasuke. Zetsu muncul dan melaporkan kematian Itachi. Tobi yang awalnya masih bertingkah konyol seketika terdiam. Gestur tubuhnya menegak, dalam hitungan detik aura konyolnya lenyap tanpa sisa, dan dari balik topeng itu keluar suara berat Madara Uchiha.