Hujan Kematian yang Mengerikan Mendapat Penghargaan di Festival Film Bucheon
- Aftersun Creative
Olret – Locust, komik fiksi horor yang mengangkat sejarah kelam pengungsian etnis Tionghoa di Medan pada 1960-an karena dituduh komunis, namanya mendunia pada tahun 2025.
Locust karya Iskandar Salim dan Shiella Witanto terpilih sebagai salah satu wakil Indonesia di Festival Film Cannes 2025.
Latar belakang komik Locust merujuk pada peristiwa nyata pada bulan Mei 1966.
Pangdam Aceh yang saat itu dijabat oleh Brigjen Ishak Djuarsa memerintahkan seluruh warga keturunan Tionghoa yang dicap komunis untuk meninggalkan Aceh sebelum hari Kemerdekaan 1966.
Komik Locust yang fenomenal
- Kosmik Studio
Belasan ribu etnis Tionghoa di Aceh lalu mengungsi ke Medan dan tinggal di tempat-tempat darurat seperti gudang tembakau dan kelenteng.
Salah satu warga etnis Tionghoa yang turut mengungsi dari Aceh ke Medan adalah ibu dari Iskandar Salim, penulis komik Locust.
Popularitas komik Locust yang berhasil mendapat jutaan pembaca mendapat perhatian dari rumah produksi Aftersun Creative yang mengadaptasinya ke layar lebar dengan judul Slaughterground (Hujan Kematian).
Sidharta Tata, sutradara terkenal Indonesia yang pernah menyutradarai box office 'Waktu Maghrib' dipilih untuk menggarap Slaughterground (Hujan Kematian).
Sidharta Tata mengadaptasi Locust ke Slaughterground dengan mengisahkan seorang ibu dan anak tirinya yang terjebak di wilayah terkutuk.
Di tempat itu setiap hujan turun selalu disertai kawanan belalang mematikan. Mereka harus bertahan hidup dan menemukan jalan keluar sebelum hujan kembali membawa maut.
Hujan Kematian yang kisahnya mengerikan baru-baru ini meraih 3 penghargaan di NAFF (Network of Asian Fantastic Films) yang merupakan bagian resmi dari Bucheon International Fantastic Film Festival (BIFAN) ke-30 di Korea Selatan pada 4-7 Juli 2026.
Slaughterground mendapatkan penghargaan Abnormal Studios VFX Award, Mocha Chai Laboratories Post Production Award, Hive Filmworks Inc. Cash Award.
Film Hujan Kematian mendapatkan penghargaan di Bucheon International Fantastic Film Festival 2026
- Aftersun Creative
Pencapaian Hujan Kematian di NAFF 2026 menjadi salah satu tonggak penting film Indonesia untuk meraih popularitas global.
Film horor yang diproduseri oleh Ajish Dibyo dan Pramudya Andika itu rencananya akan ditayangkan ke publik umum dalam waktu dekat.