7 Mitos tentang Kanker Prostat dan Faktanya

Mitos dan fakta tentang kanker prostat
Sumber :
  • https://images.stockcake.com/public/

OlretKanker prostat terjadi ketika sel-sel di kelenjar prostat tumbuh secara tidak terkendali. American Cancer Society memperkirakan bahwa 1 dari 8 pria akan didiagnosis menderita kanker prostat semasa hidupnya. 

img_title Bisakah Pijat Membantu Meringankan Gejala MS? Berikut Penjelasannya

Pada tahun 2022, organisasi tersebut memperkirakan bahwa 268.490 pria di Amerika Serikat akan menderita kanker prostat dan 35.000 orang di antaranya akan meninggal dunia akibat penyakit tersebut.

Kanker prostat paling sering terjadi pada pria berusia 65 tahun ke atas. Penyakit ini menyerang pria kulit hitam non-Hispanik dengan tingkat kejadian yang lebih tinggi dibandingkan kelompok lainnya.

img_title Merasa Berisiko Mengalami Demensia? Inilah Hal-Hal yang Perlu Anda Ketahui

Mempelajari tentang kanker prostat dapat membantu Anda memahami bagaimana kondisi ini dapat memengaruhi Anda atau orang yang Anda sayangi. Berikut adalah beberapa mitos umum mengenai kanker prostat serta fakta-fakta penting terkait penyakit tersebut.

1. Hanya pria lanjut usia yang terkena kanker prostat

img_title Apakah Demensia Bisa Dicegah? Berikut Penjelasannya

Fakta: Meskipun risikonya meningkat seiring bertambahnya usia, kanker prostat juga dapat menyerang pria yang lebih muda.

Sekitar 4 dari 10 pria yang menderita kanker prostat berusia di bawah 65 tahun. Kondisi ini jarang terjadi pada pria di bawah usia 40 tahun, namun sebagian pria muda, bahkan remaja yang lebih tua, bisa mengalaminya.

2. Kanker prostat selalu menimbulkan gejala

Fakta: Pada tahap awal, kanker prostat sering kali tidak menimbulkan gejala yang nyata.

Banyak kasus kanker prostat didiagnosis melalui pemeriksaan (skrining) sebelum gejala muncul. Jika Anda mengalami gejala, buatlah janji temu dengan dokter.

Gejala yang mungkin timbul antara lain sering buang air kecil, adanya darah dalam urine atau air mani, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, dan lain-lain.

3. Tes skrining tidak pernah bermanfaat

Fakta: Dalam beberapa kasus, tes skrining dapat membantu dokter mendiagnosis kanker prostat sejak dini, saat penyakit ini paling mungkin untuk diobati.

Diskusikan dengan dokter Anda untuk mengetahui potensi manfaat dan risiko skrining kanker prostat. 

Untuk melakukan skrining kanker prostat, dokter mungkin akan meminta tes darah prostate-specific antigen (PSA) atau melakukan pemeriksaan colok dubur (digital rectal exam).

Jika hasilnya tidak normal, dokter akan meminta tes lanjutan untuk memastikan apakah Anda menderita kanker prostat atau kondisi lainnya.

Halaman Selanjutnya
img_title