Apa Saja Penyebab Sleep Apnea? Berikut Penjelasannya
- https://irp.cdn-website.com/
Olret – Sleep apnea menyebabkan pernapasan terhenti dan kembali berjalan saat tidur. Obstructive sleep apnea (OSA) merupakan penyumbatan fisik pada saluran napas bagian atas, sedangkan central sleep apnea (CSA) melibatkan gangguan sinyal otak.
OSA dapat dipicu oleh kelebihan jaringan lunak, saluran napas yang sempit, otot saluran napas yang lemah, atau penurunan sinyal saraf. CSA lebih jarang terjadi dan mungkin berkaitan dengan ketidakstabilan ventilasi, kerusakan otak, atau kondisi neurodegeneratif.
Sleep apnea tidak selalu dapat dicegah, namun berhenti merokok, membatasi konsumsi alkohol, tidur dengan posisi menyamping, dan mengelola kondisi kesehatan dapat menurunkan risikonya.
Penanganan sering kali mencakup penggunaan perangkat positive airway pressure (PAP), alat bantu mulut, atau pembedahan, serta penurunan berat badan dan perubahan gaya hidup.
Sleep apnea adalah istilah yang menggambarkan gangguan tidur di mana pernapasan Anda terhenti dan kembali berjalan saat Anda tidur.
Terdapat dua jenis utama sleep apnea: obstructive sleep apnea (OSA) dan central sleep apnea (CSA). Meskipun kedua kondisi ini memengaruhi pola pernapasan Anda saat tidur, penyebab dasarnya berbeda.
Pada obstructive sleep apnea, saluran napas bagian atas Anda tersumbat secara fisik saat tidur, sehingga mengurangi atau menghentikan sama sekali aliran udara ke paru-paru.
Pada central sleep apnea, gangguan pada sinyal otak berdampak negatif terhadap kemampuan otak dalam mengendalikan fungsi otot yang diperlukan untuk pernapasan yang baik.
Apa Saja Penyebabnya
OSA dan CSA memiliki penyebab dasar yang berbeda, meskipun bisa terjadi tumpang tindih. Seseorang dapat mengalami gejala OSA dan CSA secara bersamaan (kondisi yang dikenal sebagai mixed sleep apnea atau complex sleep apnea syndrome).
1. OSA
Pada OSA, saluran napas bagian atas Anda mengalami penyumbatan sebagian atau seluruhnya akibat otot-otot yang mengendur saat Anda tidur. Hal ini dapat terjadi karena beberapa alasan, antara lain:
- Kelebihan jaringan lunak di sekitar saluran napas: Penumpukan lemak, pembesaran lidah atau amandel, serta uvula (jaringan berbentuk tetesan air mata yang menggantung di bagian belakang mulut) yang memanjang dapat menyumbat saluran napas saat berbaring.