Ozempic (Semaglutide): Kegunaan, Efek Samping, dan Risiko
- https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images
Ozempic juga memperlambat pergerakan makanan di dalam lambung. Hal ini membuat Anda merasa kenyang lebih lama.
Dampaknya, lonjakan kadar gula darah dapat dicegah dan frekuensi rasa lapar pun berkurang. Akibatnya, Anda cenderung makan lebih jarang dan dalam porsi yang lebih kecil.
Selain itu, Ozempic meningkatkan jumlah insulin yang diproduksi tubuh setelah makan, sehingga membantu menjaga kadar gula darah agar tidak terlalu tinggi.
Apa Saja Efek Samping Ozempic
Efek samping yang paling umum, yang dilaporkan terjadi pada setidaknya 5 persen pengguna Ozempic dalam uji klinis, adalah:
- mual.
- muntah.
- diare.
- nyeri perut.
- sembelit.
Efek samping ini biasanya bersifat ringan dan menjadi tidak terlalu mengganggu seiring berjalannya waktu, saat tubuh mulai menyesuaikan diri dengan obat tersebut.
Ozempic juga dapat menyebabkan efek samping yang lebih jarang terjadi namun serius, antara lain:
- kadar gula darah rendah yang parah.
- penyakit kandung empedu.
- mual parah.
- pankreatitis.
Ozempic juga dapat memperburuk retinopati diabetik pada orang yang sudah memiliki masalah mata akibat diabetes ini.
Berapa Dosis Ozempic yang Disarankan
Untuk injeksi subkutan Ozempic:
- Frekuensi dan pemberian: Satu kali injeksi per minggu pada area perut, paha, atau lengan atas kapan saja, baik bersama maupun tanpa makanan.
- Dosis awal: 0,25 mg satu kali seminggu selama 4 minggu pertama.
- Peningkatan dan pemeliharaan dosis:
a. Tingkatkan menjadi 0,5 mg satu kali seminggu pada minggu ke-5 jika tidak ada efek samping yang berat.
b. Jika diperlukan pengaturan/pengendalian kadar gula darah tambahan, tingkatkan menjadi 1 mg satu kali seminggu setelah setidaknya 4 minggu menggunakan dosis 0,5 mg.
c. Tingkatkan hingga dosis maksimum 2 mg satu kali seminggu setelah setidaknya 4 minggu menggunakan dosis 1 mg.
Untuk tablet oral Ozempic:
- Frekuensi dan pemberian: Satu tablet setiap pagi saat perut kosong dengan air putih (maksimal sekitar 120 ml atau 4 ons). Tunggu setidaknya 30 menit sebelum minum atau makan apa pun, termasuk obat oral lainnya.
- Dosis awal: 1,5 mg satu kali sehari selama 30 hari.
- Peningkatan dan pemeliharaan dosis:
a. Tingkatkan menjadi 4 mg satu kali sehari untuk hari ke-31 hingga ke-60.