Apakah Demensia Bisa Disembuhkan?
- https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images
Olret – Masalah terkait kemampuan berpikir, daya ingat, dan pengambilan keputusan yang mengganggu kehidupan sehari-hari disebut sebagai demensia.
Gejala yang menyerupai demensia dapat muncul akibat infeksi maupun kondisi kesehatan lainnya. Gejala-gejala tersebut dapat membaik dengan pengobatan.
"Demensia" adalah istilah yang digunakan dokter untuk menggambarkan masalah terkait daya ingat dan kemampuan berpikir. Demensia yang sebenarnya, seperti penyakit Alzheimer, merupakan kondisi yang tidak dapat dipulihkan.
Anda mungkin dapat memperlambat perkembangan demensia dan meningkatkan kualitas hidup, namun kondisi ini bersifat progresif dan umumnya akan memburuk seiring berjalannya waktu.
Ada sejumlah masalah kesehatan lain yang mungkin Anda alami yang dapat menimbulkan gejala menyerupai demensia. Akan tetapi, kondisi-kondisi tersebut beserta gejala kognitifnya dapat dipulihkan dengan penanganan yang tepat.
5 Kondisi yang Menyebabkan Gejala Mirip Demensia
Banyak kondisi lain yang dapat menyebabkan gejala menyerupai demensia. Setelah kondisi-kondisi yang mendasarinya tersebut ditangani, gejala-gejala yang menyerupai demensia itu umumnya akan hilang.
Berikut adalah 5 kondisi umum lainnya yang dapat menyerupai gejala demensia.
1. Infeksi saluran kemih
Anda mungkin sudah familier dengan gejala umum infeksi saluran kemih (ISK) seperti nyeri saat buang air kecil, dorongan mendesak untuk buang air kecil, dan demam.
ISK juga dapat menyebabkan kondisi yang disebut delirium akibat ISK, yang menimbulkan gejala serupa dengan demensia.
Delirium adalah kondisi ketika seseorang mengalami kebingungan atau disorientasi. Penderita mungkin tidak menyadari keadaan di sekitarnya, tampak gelisah atau cemas, ataupun mengalami perubahan perilaku mendadak lainnya.
Para peneliti menjelaskan bahwa ini merupakan manifestasi atipikal (tidak lazim) dari ISK, namun kondisi tersebut dapat sering terjadi pada orang berusia di atas 65 tahun.
Dokter mungkin akan meresepkan antibiotik oral untuk mengobati ISK.
2. Sleep apnea dan masalah tidur lainnya
Gangguan tidur dapat menimbulkan berbagai gejala sepanjang hari. Pada kondisi obstructive sleep apnea (apnea tidur obstruktif), Anda mungkin mengalami gangguan kognitif yang menyerupai demensia. Masalah daya ingat, gangguan perhatian, serta masalah pada fungsi eksekutif juga dapat terjadi.
Penanganan untuk apnea tidur meliputi penggunaan continuous positive airway pressure (CPAP) saat tidur, perubahan posisi tidur, dan terkadang tindakan pembedahan.