Red Flag atau Cuma Beda Cara Berkomunikasi? Begini Membedakannya
- tvn
Olret – Belakangan ini, istilah red flag dalam hubungan semakin sering digunakan di media sosial. Sedikit-sedikit red flag, balas chat lama dibilang red flag, jarang mengucapkan kata sayang juga dianggap red flag. Padahal, tidak semua perilaku yang membuat kita tidak nyaman berarti hubungan tersebut tidak sehat.
Bisa jadi, yang terjadi hanyalah perbedaan cara berkomunikasi dengan pasangan. Setiap orang dibesarkan dengan lingkungan, pengalaman, dan kebiasaan yang berbeda sehingga cara mereka menyampaikan emosi pun tidak selalu sama.
Lantas, bagaimana cara membedakan red flag dalam hubungan dengan sekadar perbedaan gaya komunikasi? Simak penjelasannya berikut ini.
Apa Itu Red Flag dalam Hubungan?
Secara sederhana, red flag adalah tanda peringatan adanya perilaku yang berpotensi merusak hubungan. Perilaku ini biasanya muncul secara berulang dan membuat salah satu pihak merasa tidak dihargai, dikendalikan, dimanipulasi, atau bahkan kehilangan rasa aman.
Sementara itu, perbedaan cara berkomunikasi lebih berkaitan dengan karakter dan kebiasaan masing-masing individu. Selama kedua belah pihak masih mau mendengarkan, berdiskusi, dan mencari solusi bersama, perbedaan tersebut masih bisa dijembatani.
Berikut beberapa cara membedakannya.
1. Sulit Mengekspresikan Perasaan Belum Tentu Red Flag
Tidak semua orang terbiasa mengungkapkan kasih sayang lewat kata-kata. Ada yang lebih nyaman menunjukkan perhatian melalui tindakan, seperti membantu pekerjaan pasangan, meluangkan waktu, atau selalu hadir ketika dibutuhkan.
Hal tersebut berbeda dengan seseorang yang benar-benar mengabaikan perasaan pasangannya. Jika setiap keluhan selalu dianggap berlebihan, disepelekan, atau bahkan dijadikan alasan untuk menyalahkan, perilaku tersebut sudah mengarah pada red flag dalam hubungan.
2. Butuh Waktu Menenangkan Diri Berbeda dengan Silent Treatment
Saat terjadi konflik, ada orang yang ingin langsung menyelesaikannya. Namun, ada juga yang memilih menenangkan diri terlebih dahulu sebelum berdiskusi agar tidak terbawa emosi.
Ini merupakan perbedaan gaya komunikasi yang masih tergolong sehat, asalkan pasangan memberi penjelasan dan benar-benar kembali untuk membahas masalah.
Sebaliknya, jika seseorang sengaja menghilang selama berhari-hari tanpa kabar atau menggunakan sikap diam sebagai hukuman agar pasangannya merasa bersalah, kondisi tersebut dikenal sebagai silent treatment dan bisa menjadi salah satu red flag yang perlu diwaspadai.