5 Tanda Anak Mengalami Bullying Tapi Tidak Berani Bercerita
- https://30seconds.com/
Olret – Anak yang biasanya ceria tiba-tiba lebih sering diam. Pulang sekolah langsung masuk kamar. Mulai mencari alasan agar tidak berangkat sekolah. Ketika ditanya apa yang terjadi, jawabannya hanya singkat dan seolah tidak ada masalah.
Sebagai orang tua, perubahan seperti ini tentu bikin penasaran. Apalagi anak belum tentu berani menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.
Bullying tidak selalu meninggalkan luka yang terlihat. Ejekan, pengucilan, ancaman, hingga perlakuan kasar bisa membuat anak merasa takut untuk bercerita. Karena itu, beberapa perubahan kecil dalam keseharian anak layak diperhatikan.
Mendadak tidak mau sekolah
Kalau anak tiba-tiba sering mencari alasan untuk tidak sekolah, jangan langsung menganggapnya malas atau sedang mencari perhatian.
Perhatikan apakah keengganan tersebut muncul berulang kali, terutama pada hari-hari sekolah. Anak mungkin sedang menghadapi sesuatu yang membuatnya merasa tidak aman di lingkungan sekolah.
Coba ajak bicara dengan tenang dan hindari langsung menyimpulkan penyebabnya. Berikan kesempatan bagi anak untuk bercerita dengan caranya sendiri.
Menjadi lebih pendiam atau mudah marah
Perubahan suasana hati juga bisa menjadi tanda bahwa anak sedang menghadapi tekanan.
Anak yang biasanya banyak bercerita mungkin menjadi lebih tertutup. Sebaliknya, anak yang biasanya tenang bisa menjadi mudah tersinggung, menangis, atau marah karena hal-hal kecil.
Namun, perubahan perilaku seperti ini juga bisa disebabkan banyak hal. Karena itu, orang tua perlu melihatnya sebagai sinyal untuk lebih memperhatikan, bukan langsung menyimpulkan bahwa anak mengalami bullying.
Barang pribadi sering hilang atau rusak
Perhatikan jika barang sekolah, alat tulis, pakaian, atau barang kesayangan anak tiba-tiba sering hilang atau rusak tanpa penjelasan yang jelas.
Anak mungkin tidak mengatakan apa yang terjadi karena takut masalahnya menjadi lebih besar. Ada pula yang merasa malu atau khawatir orang tua akan marah.
Alih-alih langsung menuduh atau mendesak, tanyakan dengan nada yang membuat anak merasa aman untuk menjelaskan.
Prestasi atau konsentrasi berubah
Anak yang sedang menghadapi tekanan dapat mengalami kesulitan berkonsentrasi. Akibatnya, tugas sekolah terbengkalai, nilai menurun, atau anak terlihat tidak bersemangat mengikuti aktivitas yang sebelumnya disukai.