5 Langkah Menuju Takhta Ganda Arsenal 2026
- vnexpress.net
Olret – Dengan skuad muda dan energik, Arsenal berada di ambang kesempatan bersejarah untuk memenangkan Liga Primer dan Liga Champions. Namun, untuk mengubah potensi ini menjadi trofi, tim Mikel Arteta membutuhkan perubahan penting pada momen krusial musim ini.
Selama bertahun-tahun, Arsenal dianggap sebagai "tim underdog" dalam kompetisi besar. Tetapi dalam dua musim terakhir, mereka telah bertransformasi secara dramatis, tidak hanya bersaing setara di Liga Primer tetapi juga kembali ke grup elit di Liga Champions UEFA.
Masalahnya adalah: transisi dari penantang menjadi juara adalah hal yang sangat berbeda, dan menuntut lebih dari apa yang saat ini ditunjukkan Arsenal.
1. Meningkatkan "Daya Serang": Dari Kontrol ke Penyelesaian
Kai Havertz
- getty image
Kelemahan terbesar Arsenal saat ini bukanlah sistem mereka, tetapi kemampuan penyelesaian mereka. Mereka masih mengontrol permainan dengan baik, menciptakan struktur serangan yang jelas, tetapi mereka kurang tenang di momen-momen krusial.
Hal ini terlihat jelas dalam kekalahan 1-2 mereka di Etihad. Arsenal tidak kekurangan peluang, tetapi mereka kurang mampu memanfaatkannya dan memberikan pukulan telak. Jika sundulan Kai Havertz di menit-menit akhir cukup bagus, bola akan masuk ke gawang dan The Gunners akan pulang dengan satu poin, alih-alih melambung di atas mistar dan pulang dengan tangan kosong.
Sementara itu, di Liga Champions, di mana lawan seperti Atletico Madrid (semifinal), Bayern Munich, atau Paris Saint-Germain (salah satu dari mereka di final) dapat menghukum kesalahan dalam satu momen, sekadar "melakukan cukup" jelas tidak cukup.
Arsenal membutuhkan penyerang tengah yang benar-benar lebih tajam, atau setidaknya peningkatan performa dari opsi penyerang mereka saat ini. Pemain seperti Gabriel Jesus dan Kai Havertz memiliki nilai taktis, tetapi mereka bukanlah tipe "pembunuh" yang dapat menentukan hasil pertandingan. Sementara itu, Viktor Gyokeres memiliki performa yang mengesankan, tetapi seringkali menghilang dalam pertandingan-pertandingan berisiko tinggi.
2. Diversifikasi opsi serangan
Kai Havertz
- getty image
Masalah lain adalah Arsenal terkadang menjadi mudah ditebak. Ketika sayap terkunci, mereka kekurangan opsi alternatif yang cukup tajam untuk menerobos.