12 Cara Efektif Mengendalikan Marah Dalam Islam, Panduan Lengkap!

Cara Efektif Mengatasi Marah Dalam Islam
Cara Efektif Mengatasi Marah Dalam Islam
Sumber :
  • freepik.com

Olret – Kemarahan adalah emosi yang sehat dan normal, tetapi marah adalah salah satu hal yang menghancurkan dalam hidup ini ketika tak bisa mengendalikannya. Kemarahan adalah bentuk lain dari Setan, sebuah senjata tersembunyi yang menghancurkan akhlak yang paling mulia.

Karena sifat maraha manusia bisa kehilangan kebijaksanaannya, mengubah diri mereka menjadi binatang buas yang brutal. Kemarahan adalah akar penyebab dari semua kejahatan— Setan di dalam hati kita keluar dalam bentuk kemarahan dan melemahkan iman.

Sumber dan Hasil Kemarahan

Cara Efektif Mengatasi Marah Dalam Islam

Cara Efektif Mengatasi Marah Dalam Islam

Photo :
  • freepik.com

Kemarahan yang tidak terkendali adalah hasil dari kekesalan, agresi, dan ketidaksenangan yang ekstrim dan merupakan penyakit yang mematikan. Nabi kita, saw, telah memberi tahu kita bahwa kemarahan adalah bagian dari nyala api neraka. Hal ini bisa dimulai di lingkungan rumah yang mengakibatkan perpecahan antara anggora keluarga dan berkembang menjadi perang antar negara.

Seorang pria yang marah kehilangan kendali dirinya dan mengucapkan kata-kata yang menghancurkan. Jika api kemarahan tidak dikendalikan pada waktunya, ia berkembang pesat dan karena kemarahan ini manusia menderita, baik secara internal maupun eksternal.

Menekan atau Mengekspresikan Kemarahan?

Al-Qur'an menyuruh kita untuk menahan amarah. Namun, efek dari kemarahan yang diungkapkan bisa sama negatifnya dengan api yang sebenarnya, yang jika tidak dipadamkan, akan mengakibatkan kerugian besar.

Kemarahan Antara Orang Tua dan Anak

Kemarahan Antara Orang Tua dan Anak

Kemarahan Antara Orang Tua dan Anak

Photo :
  • freepik.com

Kemarahan dimulai di rumah, antara anak-anak dan orang tua mereka. Saat ini, karena minat yang besar pada hal-hal duniawi, timbul perbedaan pendapat antara orang tua dan anak.

Meskipun situasi yang tidak menyenangkan ini ada pada masa-masa awal, hal itu ditekan oleh iman dan rasa takut akan Tuhan; akhir-akhir ini, karena kurangnya iman dan ketakutan, situasi ini semakin parah. Orang tua dan anak saling melecehkan.

Halaman Selanjutnya
img_title