Iran Klaim Telah Menargetkan Pangkalan Udara AS
- Reuters
Olret – Media pemerintah Iran melaporkan bahwa IRGC melancarkan serangan yang menargetkan pangkalan udara AS, tetapi tidak menyebutkan lokasi pastinya.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menargetkan pangkalan udara AS pada pukul 4:50 pagi tanggal 28 Mei (waktu setempat). Meskipun IRGC tidak menyebutkan lokasi pangkalan tersebut, laporan ini muncul setelah Kuwait mengumumkan bahwa mereka mencegat ancaman dari rudal dan drone musuh.
"Menyusul serangan agresif oleh militer AS di lokasi di luar bandara Bandar Abbas menggunakan proyektil udara, pangkalan udara AS diidentifikasi sebagai sumber serangan yang ditargetkan pada pukul 4:50 pagi," lapor kantor berita Fars.
Media pemerintah Iran melaporkan bahwa IRGC melancarkan serangan yang menargetkan pangkalan udara AS, tetapi tidak menyebutkan lokasi pastinya.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menargetkan pangkalan udara AS pada pukul 4:50 pagi waktu setempat pada tanggal 28 Mei. Meskipun IRGC tidak menyebutkan lokasi pangkalan tersebut, laporan ini muncul setelah Kuwait mengumumkan bahwa mereka mencegat ancaman dari rudal dan drone musuh.
IRGC lebih lanjut menyatakan bahwa tanggapannya adalah "peringatan keras" kepada AS, menegaskan bahwa "agresi AS tidak akan dibiarkan begitu saja."
Pada pagi hari tanggal 28 Mei, tiga ledakan terdengar di sebelah timur Bandar Abbas, sebuah kota pelabuhan strategis dan pangkalan angkatan laut di Iran dekat Selat Hormuz. Pejabat AS juga mengkonfirmasi bahwa militer mereka menembak jatuh empat drone Iran dan menyerang stasiun kendali darat di Bandar Abbas, tempat drone kelima sedang dipersiapkan untuk diluncurkan.
Sementara itu, militer Israel mengatakan mereka menyerang "infrastruktur Hizbullah" di Tyre, sebuah kota pesisir kuno di Lebanon selatan. Langkah ini diambil setelah Israel mengeluarkan peringatan evakuasi terbesar yang pernah ada untuk kota tersebut, yang terletak di pantai Mediterania di utara wilayah yang dikuasai Israel.
Dalam beberapa hari terakhir, Israel telah mengintensifkan operasinya di Lebanon. Pada 17 Mei, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengumumkan bahwa mereka telah melancarkan serangan di lebih dari 150 lokasi yang menargetkan pasukan Hizbullah yang didukung Iran di seluruh Lebanon selatan.
Peta yang dirilis oleh IDF juga menandai area luas di wilayah Tyre, Lebanon, yang perlu dievakuasi. Juru bicara militer Israel, Avichay Adraee, memperingatkan bahwa semua area di selatan Sungai Zahrani dianggap sebagai "zona perang."