Mengapa Allah Tidak Menampakkan Diri Secara Jelas?
- youtube
Olret – Apakah kamu pernah meragukan keberdaan Allah dalam hidupmu? Bahkan dunia cukup tak adil bagimu. Sehingga kamu juga mulai bertanya-tanya tentang keberadaan Allah.
Jika kamu mulai ragu, sebuah diskusi mendalam di akun Youtube The Sungkars pun menmbahas hal tersebut bersama dnegan Ustaz Nur Fajri Romadhon. Ustaz Nur Fajri Romadhon merupakan eorang ulama muda, hafiz Al-Qur'an, pemegang sanad 10 qiraat, penulis buku, serta anggota Komisi Fatwa Metodologi MUI Pusat.
Teuku Wisnu menyampaikan pertanyaan dari salah satu penonton: "Mengapa Allah tidak menampakkan diri secara jelas Ustaz? Bukankah kita akan semakin bertakwa dan yakin jika melihat Rabb kita secara jelas di langit, daripada hanya mengetahuinya dari Al-Qur'an dan hadis?"
Ustaz Nur Fajri menjelaskan bahwa argumen ini dikenal sebagai Divine Hiddenness Argument (argumen ketersembunyian Tuhan) yang dipopulerkan oleh peneliti bernama John Leon Shellenberg. Argumen ini sering dipakai oleh orang-orang yang tidak mempercayai Tuhan.
Ustaz memaparkan kelemahan argumen Shellenberg, yaitu lupa memasukkan variabel bahwa dunia ini adalah alam ujian. Di tengah-tengah ujian, tidak mungkin peserta ujian langsung diberikan kunci jawaban secara gamblang, karena hal itu akan menghilangkan esensi nilai dari ujian tersebut.
Ustaz menambahkan bahwa Allah tidak benar-benar tersembunyi. Secara historis, Allah pernah dilihat oleh Nabi Muhammad SAW (saat Mikraj) dan berbicara langsung dengan nabi-nabi tertentu seperti Nabi Musa AS (sehingga dijuluki Kalimullah).
Penjelasan mengenai problem epistemologi (empirisisme), di mana ada pemikiran keliru bahwa manusia baru boleh percaya pada sesuatu jika mengindranya/mengalaminya sendiri secara langsung. Padahal dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mempercayai hasil riset peneliti tanpa harus ikut merisetnya sendiri.
Hubungan manusia dengan Allah bisa dirasakan secara personal, misalnya melalui ibadah salat malam, membaca Al-Qur'an, atau berzikir sesuai hadis "Aku bersama hambaku ketika dia mengingatku".
Ustaz menyebutkan bahwa keinginan manusia untuk melihat Allah adalah pertanyaan klasik yang sudah dijawab di dalam Al-Qur'an, salah satunya pada Surat Al-Hijr ayat 14-15. Di ayat tersebut dijelaskan bahwa sekalipun orang-orang yang menentang dibukakan pintu langit lalu naik ke atas melihat bukti-bukti-Nya, mereka akan tetap berkata, "Pandangan kami telah disihir, kami adalah kaum yang terkena sihir."