Penanganan dan Pencegahan Serangan IBS, Apa Saja?

Penanganan dan pencegahan serangan IBS
Sumber :
  • https://www.pexels.com/id-id/foto/gandum-semalam-biji-bijian-serealia-sarapan-di-balkon-suasana-hati

OlretSerangan IBS melibatkan berbagai gejala, seperti sakit perut, perut kembung, penumpukan gas, diare, sembelit, dan terkadang mual. ​​Tingkat keparahan gejala bervariasi pada setiap individu.

Perubahan pola makan, seperti menghindari makanan pemicu dan makanan tinggi FODMAP, dapat membantu mengatasi serangan IBS. Diet eliminasi juga dapat membantu mengidentifikasi sensitivitas spesifik terhadap makanan tertentu.

Penyesuaian gaya hidup, seperti aktivitas fisik rutin, teknik pengelolaan stres, dan penggunaan probiotik yang dikombinasikan dengan pengobatan medis, dapat membantu mencegah serta mengurangi frekuensi serangan IBS.

Bagaimana Serangan IBS Ditangani

Karena IBS merupakan kondisi kronis, penyakit ini mungkin tidak dapat sembuh sepenuhnya. Namun, pengobatan dan perubahan gaya hidup dapat membantu Anda mengelola kondisi tersebut serta mengurangi frekuensi kekambuhan.

Berikut adalah beberapa rekomendasi pengobatan.

1. Hindari makanan pemicu

Apa yang Anda konsumsi dapat memicu serangan, sehingga dokter mungkin menyarankan perubahan pola makan. Jenis makanan yang memicu IBS berbeda-beda pada setiap orang. Namun, secara umum, makanan dan minuman yang dapat memicu gejala meliputi:

- minuman berkarbonasi.

- alkohol.

- kafein.

- buah-buahan dan sayuran tertentu.

2. Perhatikan sensitivitas terhadap karbohidrat

Perlu diingat bahwa serangan IBS juga bisa terjadi jika Anda sensitif terhadap jenis karbohidrat tertentu. Zat-zat ini dikenal sebagai FODMAP (oligosakarida, disakarida, monosakarida, dan poliol yang dapat difermentasi) dan mencakup:

- laktosa.

- fruktosa.

- fruktan.

- karbohidrat serupa.

Makanan yang mengandung FODMAP meliputi:

- bawang bombay.

- bawang putih.

- kubis.

- brokoli.

- kembang kol.

- buah plum.

- buah persik.

- apel.

- pir.

- produk olahan susu.

- sirup jagung tinggi fruktosa.

- konsentrat jus buah.

- permen mint bebas gula.

Jika IBS mengganggu aktivitas sehari-hari, menghindari makanan-makanan ini dapat memberikan kelegaan jangka panjang. 

Penting untuk menjalani pola makan yang seimbang, jadi berkonsultasilah dengan ahli gizi sebelum melakukan perubahan signifikan pada pola makan Anda.

Pola makan untuk IBS mungkin terasa membatasi, namun banyak makanan yang aman untuk dikonsumsi. Ini termasuk buah-buahan dengan kadar fruktosa rendah, seperti pisang, melon, dan anggur. Pilihan aman lainnya meliputi:

- bayam.

- wortel.

- zukini.

- quinoa.

- oat.