April adalah Bulan Kesadaran Kanker Esofagus

April adalah Bulan Kesadaran Kanker Esofagus
Sumber :
  • https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images

1. Adenokarsinoma

img_title Apa Saja Jenis-Jenis Kanker Esofagus? Berikut Ini Penjelasannya

Kanker yang bermula pada sel penghasil lendir (sel kelenjar) disebut adenokarsinoma. Adenokarsinoma sering ditemukan di sepertiga bagian bawah kerongkongan (esofagus toraks bagian bawah).

Pada sebagian orang dengan kondisi tertentu, seperti esofagus Barrett, sel kelenjar mulai menggantikan sel skuamosa di bagian bawah kerongkongan, dan hal ini dapat memicu timbulnya adenokarsinoma.

img_title Obat-obatan untuk Mengobati Kanker Esofagus

Hal ini terjadi karena, pada kondisi-kondisi tersebut, asam lambung naik kembali (refluks) ke bagian bawah kerongkongan. Kondisi ini pada akhirnya mengubah sel kelenjar di area tersebut, sehingga sel-sel itu lebih rentan berkembang menjadi kanker.

Dalam kasus lain, terdapat tumor gastroesophageal junction (pertemuan antara kerongkongan dan lambung), yaitu tumor lambung yang muncul di dekat titik pertemuan kerongkongan dengan lambung. 

img_title Kapan Kemoterapi Digunakan untuk Kanker Esofagus? Berikut Penjelasannya

Namun, karakteristik tumor ini lebih menyerupai kanker esofagus jenis adenokarsinoma dibandingkan kanker lambung.

2. Karsinoma sel skuamosa

Karsinoma sel skuamosa adalah jenis kanker yang menyerang lapisan paling luar dari dinding kerongkongan (esofagus). Meskipun dapat terjadi di bagian mana pun sepanjang kerongkongan, kanker ini biasanya muncul di bagian atas kerongkongan, yaitu di area leher.

Dahulu, ini merupakan jenis kanker kerongkongan yang paling umum, namun saat ini sekitar 30 persen penderita kanker kerongkongan mengidap jenis kanker ini.

3. Kanker esofagus yang langka

Beberapa jenis kanker lain yang bukan kanker esofagus tetapi bermula di esofagus. Kanker langka ini meliputi:

- limfoma.

- melanoma.

- sarkoma.

Apa Saja Tanda dan Gejala Kanker Kerongkongan

Penderita kanker esofagus biasanya baru mendapatkan diagnosis setelah muncul tanda atau gejala, yang mungkin tidak timbul hingga kanker mencapai stadium lanjut.

Tanda dan gejala tersebut meliputi:

- kesulitan menelan.

- batuk kronis.

- suara serak.

- penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.

- nyeri dada.

- muntah.

- tinja berwarna hitam (akibat perdarahan di esofagus).

- nyeri tulang (jika kanker menyebar ke tulang).

Bagaimana Prospek bagi Penderita Kanker Kerongkongan

Prognosis bagi penderita kanker esofagus bergantung pada berbagai faktor, seperti lokasi tumor di dalam tubuh, apakah kanker telah menyebar ke area lain, serta bagaimana respons tubuh terhadap pengobatan.

Halaman Selanjutnya
img_title