Segala Hal yang Perlu Diketahui tentang Kanker Esofagus
- https://akcdn.detik.net.id/community/media/
Olret – Kanker esofagus dapat menyerang lapisan, jaringan dalam, dan otot esofagus. Pada tahap awal, penyakit ini mungkin tidak menimbulkan gejala yang nyata.
Seiring perkembangannya, Anda mungkin mengalami kesulitan menelan, nyeri dada, penurunan berat badan yang tidak disengaja, dan batuk terus-menerus, di antara gejala lainnya.
Faktor risiko kanker esofagus meliputi kebiasaan gaya hidup seperti konsumsi alkohol dan merokok, serta kondisi medis seperti penyakit refluks gastroesofageal (GERD) dan esofagus Barrett.
Pilihan pengobatan untuk kanker esofagus bergantung pada stadium kanker dan faktor-faktor individu lainnya, namun dapat mencakup pembedahan, kemoterapi, dan terapi radiasi.
Kerongkongan adalah saluran berotot berongga yang berfungsi menyalurkan makanan dari tenggorokan ke lambung. Kanker kerongkongan dapat terjadi ketika tumor ganas terbentuk pada lapisan dinding kerongkongan.
Seiring dengan pertumbuhannya, tumor tersebut dapat memengaruhi jaringan yang lebih dalam serta otot kerongkongan. Tumor dapat muncul di bagian mana pun di sepanjang kerongkongan, termasuk pada area pertemuan antara kerongkongan dan lambung.
Apa Saja Gejala dan Tanda Awal Kanker Kerongkongan
Pada tahap awal kanker kerongkongan, mungkin tidak ada gejala yang muncul. Seiring berkembangnya kanker, seseorang mungkin mengalami:
- kesulitan atau rasa nyeri saat menelan.
- nyeri dada.
- penurunan berat badan yang tidak direncanakan.
- batuk terus-menerus.
- suara serak.
- muntah.
- perdarahan di kerongkongan, yang dapat menyebabkan tinja berwarna hitam.
- kelelahan akibat anemia, yang bisa disebabkan oleh perdarahan.
- nyeri tulang dan gejala lainnya, jika kanker menyebar ke bagian tubuh lain.
- gangguan pencernaan dan rasa perih atau panas di dada (heartburn).
- benjolan di bawah kulit.
Apa Penyebab Kanker Kerongkongan
Penyebab kanker kerongkongan belum diketahui secara pasti, namun kondisi ini melibatkan perubahan pada DNA sel-sel yang terkait dengan kerongkongan.
Perubahan tersebut memicu sel-sel untuk membelah diri lebih cepat dibandingkan sel normal dan mengganggu sinyal yang seharusnya memerintahkan sel-sel tersebut untuk mati pada waktunya.
Hal ini menyebabkan sel-sel menumpuk dan membentuk tumor.
Apa Saja Faktor Risiko Kanker Kerongkongan
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko kanker kerongkongan meliputi: