Perawatan Suntik dan Terapi Pencegahan untuk Migrain
- https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images
Olret – Obat-obatan suntik dapat membantu mencegah serangan migrain atau mengatasi migrain yang sedang berlangsung dengan cara mengurangi rasa nyeri dan peradangan.
Obat suntik untuk pencegahan dapat disuntikkan sendiri di rumah, sedangkan jenis lainnya memerlukan pemberian oleh tenaga medis profesional.
Suntikan pada titik pemicu (trigger point) dan blokade saraf juga dapat membantu mencegah nyeri migrain dengan menargetkan otot atau saraf tertentu di area kepala, leher, dan bahu.
Migrain adalah kondisi neurologis yang menyebabkan nyeri hebat disertai sensasi berdenyut, biasanya pada satu sisi kepala.
Serangan migrain merupakan hal yang cukup umum terjadi. Menurut sebuah studi tahun 2018, kondisi ini dialami oleh sekitar satu dari enam orang Amerika, dan paling sering terjadi pada wanita.
Migrain bukan sekadar "sakit kepala biasa." Jika Anda mengalaminya, Anda mungkin merasakan berbagai gejala yang dapat sangat memengaruhi kehidupan Anda, antara lain:
- rasa sedih.
- kecemasan.
- kelelahan.
- mual.
- nyeri otot.
- sulit berkonsentrasi.
- nyeri leher.
Terdapat banyak pilihan pengobatan untuk migrain. Salah satunya adalah obat suntik, yang dapat menghentikan sekaligus mencegah serangan migrain.
Mari kita bahas lebih lanjut mengenai suntikan untuk migrain mulai dari jenisnya, cara pemberian, efek samping, hingga informasi bermanfaat lainnya.
Obat Suntik Pencegah Migrain
Beberapa obat suntik pencegah migrain menargetkan molekul yang disebut calcitonin gene-related peptide (CGRP).
CGRP adalah molekul yang dilepaskan selama serangan migrain. Molekul ini memicu vasodilatasi, yaitu pelebaran pembuluh darah. CGRP juga meningkatkan rasa nyeri dan peradangan.
Obat-obatan CGRP bekerja dengan menghambat CGRP itu sendiri atau reseptor CGRP (molekul "penjaga gerbang" tempat CGRP berikatan pada sel saraf Anda). Obat-obatan ini juga dikenal sebagai anti-CGRP, penghambat CGRP, dan antagonis CGRP.
Dosis obat suntik CGRP bergantung pada merek obat dan seberapa sering Anda mengalami serangan migrain. Jadwal penyuntikan bisa dilakukan sebulan sekali, setiap empat bulan sekali, atau terkadang dengan frekuensi yang lebih jarang, tergantung pada jenis obatnya.
Sebagian besar suntikan CGRP dapat dilakukan sendiri di rumah, namun merek tertentu mengharuskan pemberian obat oleh tenaga medis profesional.
Merek Obat Suntik Pencegah Migrain
Obat penghambat CGRP suntik berikut ini telah disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA) untuk pencegahan migrain:
- erenumab (Aimovig).
- fremanezumab (Ajovy).
- galcanezumab (Emgality).
Obat CGRP tertentu juga tersedia dalam bentuk pil. Eptinezumab (Vyepti) tersedia dalam bentuk infus.
Bagaimana dengan Suntikan Botox untuk Migrain?
Botox (yang secara medis dikenal sebagai toksin botulinum) mengurangi kerutan dengan cara merelaksasi otot.
Efek ini juga membantu mengurangi migrain pada sebagian orang. Saat disuntikkan ke dalam tubuh, zat ini menghambat sinyal kimia yang berperan dalam transmisi rasa nyeri.
Suntikan Botox telah digunakan untuk pencegahan migrain sejak tahun 2010. Perawatan ini hanya disetujui bagi penderita yang mengalami episode migrain setidaknya 15 hari dalam sebulan.
Ini merupakan pilihan pencegahan yang efektif dengan sedikit efek samping bagi penderita migrain kronis.
Jadi itulah penjelasan mengenai perawatan suntik dan terapi pencegahan untuk migrain. Banyak dari obat-obatan ini dapat diberikan di rumah, namun beberapa di antaranya memerlukan bantuan tenaga medis profesional.