4 Kunci Sukses Usia 30-an Stabil ala dr. Tirta
- youtube
"Jangan takut untuk pivot di usia 20-25 tahun. Di usia itu, risikonya masih kecil dan kamu masih punya waktu untuk bangkit. Kalau kamu tidak berani mengambil keputusan high risk sekarang, kamu mungkin akan menyesal saat berada di usia 35 tahun ke atas, di mana semua keputusan sudah harus serba low risk."
3. Jangan lupa latihan fisik.
"Cara terbaik untuk mensyukuri hidup dan anugerah umur panjang adalah dengan berolahraga sedini mungkin. Banyak orang cuek dengan gaya hidupnya di usia 25 tahun, lalu menyesal di usia 35 tahun karena sudah harus bolak-balik konsul penyakit kolesterol, jantung, hingga saraf terjepit (HNP). Ingat, lifestyle yang buruk itu merusak produktivitas. Kalau fisikmu drop, otomatis income yang kamu hasilkan buat keluarga juga bakal berantakan."
4. Jangan menikahi cowok dari nol.
Kesalahan fatal dalam memilih pasangan menikah menurut Buya Yahya.
- Freepik: teksomolika
Belakangan ini, tren di media sosial sering kali memperdebatkan statement seputar keharusan menghindari pasangan yang memulai segalanya dari nol. Namun, dr. Tirta memiliki pandangan yang jauh lebih realistis dan menohok terkait premis ini. Menurutnya, istilah "cowok dari nol" perlu diluruskan kembali definisinya.
Jika seorang pria benar-benar nekat menikah dengan modal nol rupiah, tanpa pekerjaan, dan tanpa rencana, itu baru bisa disebut nekat yang berbahaya. Namun, jika pria tersebut sudah memiliki pekerjaan tetap, bisa menghasilkan uang sendiri, tetapi memang belum kaya raya, ia bukanlah "cowok nol", melainkan seorang perintis.
"Kalau cowok tersebut sudah punya pekerjaan tetap atau bisa menghasilkan uang tapi belum kaya, itu bukan dari nol, tapi dia adalah cowok perintis. Menikah dengan seorang perintis itu tidak apa-apa, asalkan perencanaan (planning) dan persiapannya sudah jelas."
Dr. Tirta juga memberikan tamparan realita bagi anak muda yang menuntut pasangannya harus langsung mapan di usia awal 20-an demi memenuhi kebutuhan gaya hidup atau skincare.
Faktanya, sangat sulit menemukan orang yang benar-benar stabil secara finansial di rentang usia 20 hingga 28 tahun. Stabilitas hidup—baik bagi pria maupun wanita—biasanya baru akan terbentuk secara matang setelah mereka menginjak usia kepala tiga ke atas.