Perbedaan Petani dan Buruh Tani yang Sering Dianggap Sama
- pinterest.com
Olret – Ketika mendengar kata petani dan buruh tani, banyak orang mungkin menganggap keduanya memiliki pekerjaan yang sama. Memang, keduanya sama-sama berkaitan erat dengan kegiatan di lahan pertanian. Namun, dari sisi peran, tanggung jawab, hingga cara memperoleh penghasilan, terdapat perbedaan yang cukup jelas.
Menariknya, seseorang yang bekerja di sawah belum tentu bisa langsung disebut buruh tani. Begitu juga sebaliknya, petani tidak selalu berarti orang yang memiliki tanah sendiri.
Petani Tidak Selalu Punya Lahan Sendiri
Petani adalah orang yang menjalankan atau mengelola kegiatan usaha pertanian. Lahan yang digunakan bisa berupa milik sendiri, lahan sewa, atau lahan yang digarap melalui sistem bagi hasil.
Petani biasanya terlibat dalam berbagai keputusan, mulai dari menentukan jenis tanaman, memilih bibit, mengatur jadwal tanam, membeli pupuk, merawat tanaman, sampai menentukan waktu panen dan menjual hasilnya.
Karena ikut mengelola usaha, petani juga harus menghadapi berbagai risiko. Cuaca buruk, serangan hama, gagal panen, hingga harga hasil pertanian yang turun bisa berdampak langsung terhadap pendapatannya.
Jadi, petani bukan sekadar orang yang bekerja di sawah. Ada proses pengelolaan dan pengambilan keputusan yang ikut menjadi bagian dari pekerjaannya.
Buruh Tani Mengandalkan Tenaga untuk Mendapatkan Upah
Buruh tani memiliki peran yang berbeda. Mereka biasanya bekerja membantu petani atau pemilik lahan dalam berbagai aktivitas pertanian dan memperoleh bayaran berdasarkan pekerjaan yang dilakukan.
Tugasnya bisa sangat beragam, seperti mencangkul, menanam bibit, membersihkan rumput, memupuk, menyemprot tanaman, memanen, hingga mengangkut hasil panen.
Sistem pembayaran pun bisa berbeda-beda. Ada buruh tani yang menerima upah harian, ada yang dibayar berdasarkan jumlah pekerjaan atau sistem borongan, dan ada pula yang bekerja berdasarkan kesepakatan tertentu.
Berbeda dari petani yang menanggung risiko usaha pertanian, buruh tani umumnya tidak bertanggung jawab atas modal produksi maupun hasil panen. Pendapatannya lebih bergantung pada tersedianya pekerjaan.
Lalu, Apa Perbedaan Keduanya?
Gampangnya, petani lebih berperan sebagai pengelola usaha pertanian, sedangkan buruh tani bekerja sebagai tenaga yang membantu kegiatan tersebut.