5 Cara Mengatasi Kebiasaan Kesepian Dalam Islam

- ngayap.com
Olret – Kesepian secara bertahap menjadi masalah sosial yang kronis dan dapat menyebabkan keadaan yang lebih serius jika seseorang tidak mengambil tindakan efektif tepat waktu.
“Menurut penelitian dari Palang Merah Inggris, lebih dari sembilan juta orang dewasa di Inggris merasakan hal yang sama—itu sekitar 1/5 dari populasi negara! Kesepian semakin dianggap sebagai bahaya bagi kesehatan manusia yang sebanding dengan obesitas dan merokok.” Schulze.H
Sebagai Muslim, kita dapat menunjukkan kepada orang lain bagaimana mengatasi kesepian dengan mengikuti ajaran dan gaya hidup Islam. Seperti yang Allah nyatakan dalam Al-Qur'an: “Dan bekerja sama dalam kebenaran dan takwa” (Surah Al-Maidah, Ayat: 2)
1. Terhubung dengan Allah
Cara Mengatasi Kebiasaan Kesepian Dalam Islam
- ngayap.com
Salah satu Nama Allah adalah, Ash Syafi'I (Penyembuh). Jika kesepian adalah penyakit, maka hanya Dia yang dapat menyembuhkannya. Diriwayatkan Abu Hurairah bahwa Nabi bersabda: “Tidak ada penyakit yang diturunkan Allah kecuali Dia juga menurunkan pengobatannya.” [Sahih Al-Bukhari: 5678].
Berdasarkan Hadits ini, pertama-tama seseorang harus mencari pertolongan Allah. Beberapa cara yang efektif untuk terhubung dengan Allah adalah: mencurahkan hati seseorang dalam doa kepada Allah saat sujud, berdoa pada sepertiga malam terakhir, membaca dan merenungkan ayat-ayat Alquran, bertaubat kepada Allah dari dosa yang terlihat dan yang tidak terlihat.
2. Menjaga Ikatan Keluarga
Menjalin silaturahmi dengan sanak saudara merupakan kewajiban dalam Islam.
Nabi SAW bersabda: “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya mempersatukan tali silaturrahmi.” [Sahih Al-Bukhari: 6138]
Kami kadang-kadang dapat membeli hadiah untuk anggota keluarga, menelepon mereka melalui telepon atau berkunjung untuk memperkuat ikatan dengan mereka. Juga, membantu mereka atau hanya berada di sisi mereka selama masa-masa sulit akan meningkatkan harga diri kita dan meraih ridha Allah.
3. Berpartisipasi dalam Silaturahmi
Menghadiri sholat Jum'at mingguan atau melakukan sholat wajib lima waktu di Masjid, akan membantu kita untuk selalu berhubungan satu sama lain.
Abu Hurairah melaporkan: Rasulullah berkata, “Ketika hari Jumat, para malaikat berdiri di pintu masjid dan terus menulis nama-nama orang yang datang ke Masjid berturut-turut sesuai dengan kedatangan mereka. Perumpamaan orang yang masuk masjid pada waktu paling awal adalah orang yang mempersembahkan seekor unta (untuk kurban). Yang datang berikutnya adalah seperti seseorang yang mempersembahkan seekor sapi dan kemudian seekor domba jantan dan kemudian seekor ayam dan kemudian sebuah telur. Ketika Imam keluar (untuk shalat Jum'at) mereka (malaikat) melipat kertas mereka dan mendengarkan Khutbah.” [Sahih Al-Bukhari: 929]