Hormuz Membara: Iran Sebar "Ranjau Baru"!

Duel Asimetris Iran-AS dan Pertaruhan Ekonomi Global
Sumber :
  • Gemini Ai

Olret – Pejabat AS mengatakan pasukan Iran telah memasang lebih banyak ranjau di Selat Hormuz, menandai penempatan kedua sejak konflik meletus.

img_title Daftar 16 Negara yang Tersingkir di Penyisihan Grup Piala Dunia 2026: Hasil Minor Wakil Asia, Iran Paling Sial

Axios melaporkan hari ini, mengutip seorang pejabat AS dan sumber yang mengetahui situasi tersebut, bahwa Washington telah mendeteksi pasukan angkatan laut Garda Revolusi Iran (IRGC) memasang lebih banyak ranjau di Selat Hormuz, dan sedang memantau situasi dengan cermat serta memiliki angka spesifik mengenai senjata yang dikerahkan.

Langkah ini tampaknya menjadi alasan Presiden Donald Trump memerintahkan Angkatan Laut AS pada 23 April untuk "menembak jatuh dan menghancurkan kapal-kapal Iran yang memasang ranjau di Selat Hormuz, sekecil apa pun ukurannya."

img_title Jelang Wajib Militer, Park Jihoon: Yang Penting Aku Bisa Menjalankan Tugas dengan Baik

Ini adalah operasi peletakan ranjau kedua Iran di Selat Hormuz sejak konflik meletus pada 28 Februari. Para ahli militer memperkirakan Iran meletakkan kurang dari 100 ranjau dalam operasi pertama, dan tidak jelas apakah semuanya telah ditemukan dan dinetralisir.

Gedung Putih menolak untuk mengomentari informasi tersebut.

img_title Mengapa Final Liga Champions Tahun Ini Dimainkan Pada Waktu yang Lebih Awal?

Citra satelit komersial yang diambil pada 22 April menunjukkan puluhan perahu cepat dan kapal kecil Iran bergerak dalam formasi di perairan lepas kota Kargan, di utara Selat Hormuz, tetapi tujuan mereka tidak jelas.

Para ahli keamanan maritim memperkirakan Iran memiliki ratusan hingga ribuan kendaraan ini sebelum konflik. Kendaraan-kendaraan tersebut disembunyikan di terowongan dan pangkalan pesisir, serta di antara kapal-kapal sipil

Pejabat AS mengklaim telah menghancurkan lebih dari 90% persediaan ranjau Iran dan kapal-kapal besar yang digunakan untuk memasangnya, tetapi percaya bahwa musuh masih menyembunyikan beberapa senjata di sepanjang pantai. Iran diyakini masih memiliki puluhan kapal cepat Gashti, masing-masing mampu membawa 2-4 ranjau.

Bulan lalu, Presiden Trump menyatakan bahwa militer AS akan menyerang semua kapal pemasang ranjau di Selat Hormuz. Masalah ini telah menjadi fokus utama karena presiden AS berupaya untuk membangun kembali lalu lintas maritim melalui wilayah tersebut, di tengah meningkatnya tekanan pada ekonomi global karena penutupan Selat Hormuz.

Selain risiko bagi kapal komersial yang beroperasi di daerah tersebut, ranjau di Selat Hormuz dapat menunda upaya untuk membuka kembali jalur pelayaran vital ini

Halaman Selanjutnya
img_title