Sering Overthinking Saat Hendak Tidur Malam? Ternyata Ini Penyebabnya
- https://www.pexels.com/id-id/foto/wanita-perempuan-kaum-wanita-tempat-tidur
Olret – Lampu kamar sudah mati, tubuh sudah berbaring, tetapi kepala malah terasa semakin ramai. Hal-hal yang tadi tidak terlalu dipikirkan tiba-tiba muncul satu per satu. Mulai dari pekerjaan, hubungan, uang, percakapan siang tadi, sampai hal kecil yang sebenarnya tidak terlalu penting.
Semakin ingin tidur, pikiran justru semakin sulit berhenti. Kondisi seperti ini cukup umum dan ada beberapa alasan yang membuat overthinking lebih mudah muncul menjelang tidur.
Saat tubuh diam, pikiran jadi lebih terdengar
Pada siang hari, perhatian biasanya terbagi ke banyak hal. Ada pekerjaan, percakapan, aktivitas rumah, suara sekitar, hingga berbagai tugas yang harus diselesaikan.
Ketika malam tiba dan suasana menjadi tenang, distraksi tersebut berkurang. Akibatnya, pikiran yang sebelumnya tertutup oleh kesibukan menjadi terasa lebih jelas.
Bukan berarti masalah baru muncul malam hari. Bisa saja otak baru memiliki kesempatan untuk memprosesnya ketika aktivitas sudah berhenti.
Otak masih terbawa mode aktif
Rutinitas yang padat sampai malam dapat membuat tubuh sudah lelah, tetapi pikiran belum benar-benar siap beristirahat. Terlebih jika masih bekerja, bermain gim, menonton konten yang intens, atau terus mengecek media sosial menjelang tidur.
Paparan cahaya dari perangkat elektronik juga dapat mengganggu ritme tidur jika penggunaannya membuat waktu tidur semakin mundur. Akibatnya, tubuh belum mendapatkan kondisi yang optimal untuk mulai tidur.
Masalah yang belum selesai ikut terbawa ke tempat tidur
Otak cenderung memperhatikan sesuatu yang dianggap belum selesai. Inilah mengapa tugas yang belum beres, percakapan yang menggantung, atau keputusan yang belum dibuat bisa kembali muncul ketika suasana sudah tenang.
Pikiran kemudian mencoba mencari jawaban, memprediksi kemungkinan buruk, atau mengulang kejadian yang sudah berlalu. Proses ini justru membuat otak semakin aktif.
Stres juga bisa membuat pikiran sulit berhenti
Ketika sedang menghadapi tekanan, tubuh dapat berada dalam kondisi lebih waspada. Pikiran pun lebih mudah memindai berbagai kemungkinan dan mencari hal yang perlu diantisipasi.
Akibatnya, waktu yang seharusnya digunakan untuk tidur berubah menjadi sesi memikirkan banyak hal sekaligus.