Makanan Apa Saja yang Harus Dihindari Saat Mengalami Refluks Asam (Heartburn)?
- https://d1vbn70lmn1nqe.cloudfront.net/prod/
Olret – Makanan tertentu dapat memicu refluks asam dengan cara menurunkan tekanan pada sfingter esofagus atau memperlambat pengosongan lambung, sehingga meningkatkan risiko naiknya kembali isi lambung ke dalam esofagus.
Makanan tinggi lemak, makanan pedas, serta buah-buahan dan sayuran tertentu. seperti buah sitrus dan tomat umumnya dikaitkan dengan memburuknya gejala refluks asam, meskipun tingkat toleransi setiap orang bisa berbeda-beda.
Melakukan perubahan pola makan, seperti mengonsumsi porsi makan yang lebih kecil dan menghindari makanan pemicu, dapat membantu mengatasi refluks asam serta mengurangi ketergantungan pada antasida, yang berpotensi menimbulkan efek samping jika digunakan dalam jangka panjang.
Refluks asam terjadi ketika isi lambung naik kembali ke kerongkongan. Kondisi ini terjadi saat sfingter esofagus bagian bawah (LES) mengendur dan membiarkan asam lambung naik.
Dokter mungkin mendiagnosis refluks asam Anda sebagai penyakit gastroesofageal (GERD) jika kondisi ini terjadi lebih dari dua kali seminggu.
Beberapa faktor yang berkaitan dengan makanan dapat berkontribusi terhadap refluks asam, seperti:
- posisi tubuh setelah makan.
- jumlah makanan yang dikonsumsi dalam satu waktu makan.
- jenis makanan yang dikonsumsi.
Anda dapat mengelola faktor-faktor tersebut dengan mengubah cara dan jenis makanan yang Anda konsumsi. Mengubah posisi tubuh menjadi tegak setelah makan dan mengonsumsi porsi yang lebih kecil dapat membantu mencegah refluks.
Mengetahui jenis makanan apa yang sebaiknya dihindari mungkin sedikit lebih membingungkan. Masih terdapat perbedaan pendapat di kalangan medis mengenai jenis makanan apa yang sebenarnya memicu gejala refluks.
Terlepas dari belum adanya kesepakatan bulat tersebut, banyak peneliti sepakat bahwa sebaiknya hindari jenis makanan dan minuman tertentu untuk mencegah gangguan pencernaan serta gejala refluks asam lainnya.
Makanan Tinggi Lemak dan Makanan yang Digoreng
Makanan berlemak umumnya menurunkan tekanan pada LES (sfingter esofagus bagian bawah) dan memperlambat pengosongan lambung. Hal ini dapat meningkatkan risiko gejala refluks, menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases.
Untuk membantu mencegah refluks, Anda dapat mencoba mengurangi total asupan lemak Anda. Berikut adalah beberapa makanan tinggi lemak yang sebaiknya Anda hindari: