Bolehkah Anda Mengonsumsi Bawang Putih Jika Mengalami Refluks Asam?
- https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images
Karena konsumsi bawang putih dikaitkan dengan sensasi terbakar di dada, hal ini diperkirakan dapat meningkatkan risiko munculnya keluhan tersebut pada penderita refluks asam lambung.
Risiko mengalami efek samping, terutama sensasi terbakar di dada lebih tinggi jika Anda mengonsumsi bawang putih mentah. Konsumsi suplemen bawang putih, khususnya dalam dosis tinggi, dapat menyebabkan mual, pusing, dan wajah memerah.
Suplemen bawang putih juga dapat mengencerkan darah, sehingga sebaiknya tidak dikonsumsi bersamaan dengan warfarin (Coumadin) atau aspirin. Anda juga sebaiknya menghindari konsumsi suplemen bawang putih sebelum atau sesudah menjalani operasi.
Pilihan Pengobatan untuk Refluks Asam
Secara tradisional, refluks asam ditangani dengan obat-obatan yang dijual bebas yang berfungsi menghambat asam lambung atau mengurangi jumlah asam yang diproduksi lambung. Obat-obatan tersebut meliputi:
- Antasida, seperti Tums, dapat menetralkan asam lambung untuk meredakan gejala dengan cepat.
- Penghambat H2, seperti famotidine (Pepcid), tidak bekerja secepat itu, namun dapat mengurangi produksi asam hingga delapan jam.
- Penghambat pompa proton, seperti omeprazole (Prilosec), juga dapat memperlambat produksi asam. Efeknya dapat bertahan hingga 24 jam.
Dalam kasus yang lebih jarang, dokter meresepkan obat bernama Baclofen untuk mencegah sfingter esofagus menjadi kendur. Pada beberapa kasus yang parah, dokter dapat menangani refluks asam melalui pembedahan.
Jadi itulah penjelasan mengenai bolehkah Anda mengonsumsi bawang putih jika mengalami refluks asam. Jika Anda menderita refluks asam lambung yang parah, sebaiknya hindari mengonsumsi bawang putih dalam jumlah banyak, terutama dalam bentuk mentah.