Bisakah Terapi Perilaku Kognitif Membantu Mengatasi Gejala Menopause?

Terapi perilaku kognitif mengatasi gejala menopause
Sumber :
  • https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images

Olret – Terapi perilaku kognitif (CBT) dapat menjadi bagian efektif dari rencana penanganan gejala menopause. Terapi ini dapat membantu meredakan gejala seperti perubahan suasana hati, gangguan tidur, dan sensasi panas tiba-tiba (hot flashes).

img_title Penanganan untuk Mengobati Migrain

CBT adalah jenis terapi yang berfokus pada upaya mengenali serta menyesuaikan pola pikir dan perilaku. Terapi ini dapat dilakukan secara individual dengan seorang terapis, atau bisa juga diikuti dalam sesi kelompok.

Banyak orang memilih untuk menyertakan metode nonfarmakologis (pendekatan yang tidak melibatkan penggunaan obat-obatan) ke dalam rencana penanganan gejala menopause mereka. Jika Anda tertarik untuk mencoba CBT, konsultasikan dengan dokter Anda mengenai cara memulainya, atau carilah tenaga profesional kesehatan mental yang berkualifikasi.

img_title Tanda dan Gejala Migrain

Perubahan Suasana Hati

Perubahan suasana hati merupakan gejala yang mungkin muncul selama masa transisi menopause, dan beberapa penelitian menunjukkan bahwa terapi perilaku kognitif (CBT) dapat membantu.

img_title Tips untuk Mengatasi Migraine-Hangover dan Penyebabnya

Sebuah analisis penelitian tahun 2022 menjabarkan hasil dari uji coba tahun 2019 yang mengevaluasi dampak CBT kelompok terhadap 71 wanita dalam fase perimenopause atau pascamenopause. 

Selain memperbaiki gejala depresi, analisis tersebut menemukan bahwa CBT kelompok mampu memperbaiki keyakinan yang keliru mengenai menopause serta sikap disfungsional yang berkaitan dengan depresi.

Selain itu, sebuah tinjauan dan analisis penelitian tahun 2022 menunjukkan bahwa CBT dapat membantu meredakan gejala kecemasan. CBT juga berpotensi mencegah kecemasan serta gejala emosional lainnya agar tidak memburuk.

Gangguan Tidur

Menopause dapat menyebabkan berbagai gangguan tidur, termasuk kesulitan untuk mulai tidur maupun mempertahankan tidur.

Sebuah tinjauan penelitian tahun 2022 mencatat bahwa berbagai studi telah menemukan bahwa terapi perilaku kognitif (CBT) dapat menjadi pengobatan yang efektif untuk insomnia secara umum; penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa hal ini mungkin juga berlaku bagi individu yang sedang mengalami menopause.

Sebuah uji klinis tahun 2018 mengevaluasi efektivitas beberapa metode penanganan insomnia pada 150 wanita pascamenopause, yaitu:

- edukasi higiene tidur (sleep hygiene education atau SHE).

- terapi pembatasan tidur (sleep restriction therapy atau SRT).

- terapi perilaku kognitif untuk insomnia (CBT for insomnia atau CBTI).

Para peneliti menyimpulkan bahwa CBTI dan terapi pembatasan tidur lebih efektif dalam menangani insomnia yang terkait dengan menopause dibandingkan dengan SHE. Selain itu, CBTI juga terbukti lebih baik dalam membantu seseorang untuk tetap tertidur.

Sebuah uji coba berskala kecil pada tahun 2024 juga mencatat bahwa CBT yang dilakukan dalam kelompok mungkin dapat meredakan gejala insomnia sekaligus gejala depresi.

Sensasi Panas

Sensasi panas (hot flashes) merupakan salah satu gejala menopause yang paling dikenal luas. Meskipun pengobatan medis dapat membantu menangani sensasi panas tersebut, sebagian orang mungkin tidak dapat atau tidak ingin mengonsumsi obat-obatan; dalam kondisi ini, terapi perilaku kognitif (CBT) bisa menjadi pilihan yang tepat.

Sebuah editorial tahun 2021 menunjukkan bahwa CBT berpotensi mengurangi dampak gejala vasomotor, yang mencakup sensasi panas dan keringat di malam hari. CBT yang dilakukan dalam kelompok juga dapat membantu meningkatkan kualitas hidup.

Namun, penelitian dari tahun 2020 mencatat bahwa hasil studi yang mengevaluasi efektivitas CBT untuk gejala vasomotor masih beragam. 

Oleh karena itu, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami sepenuhnya manfaat CBT serta perannya dalam rencana penanganan sensasi panas saat menopause.

Jadi itulah penjelasan mengenai bisakah terapi perilaku kognitif membantu mengatasi gejala menopause. Menopause dapat menimbulkan berbagai macam gejala. Terapi perilaku kognitif (CBT) mungkin dapat membantu mengatasi beberapa di antaranya, termasuk perubahan suasana hati, masalah tidur, dan sensasi panas tiba-tiba (hot flashes).