Apa itu Kardiomiopati Non-iskemik?
- https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images
Sebagai contoh, penderita kardiomiopati non-iskemik akibat amiloidosis mungkin juga mengalami masalah saraf, seperti sindrom lorong karpal (carpal tunnel syndrome).
Sementara itu, mereka yang memiliki kondisi peradangan yang mendasari mungkin menunjukkan gejala lain, seperti pembengkakan sendi atau ruam.
Bagaimana Dokter Mendiagnosis Kardiomiopati Non-iskemik
Dokter Anda akan memulai dengan menanyakan gejala dan riwayat medis Anda untuk memahami kondisi Anda lebih lanjut.
Selama pemeriksaan fisik, dokter akan mendengarkan detak jantung dan suara paru-paru Anda, serta memeriksa tanda-tanda fisik kardiomiopati, seperti pembengkakan pada kaki dan pergelangan kaki.
Jika mencurigai adanya kardiomiopati, dokter mungkin akan menyarankan pemeriksaan tambahan. Salah satu tes utama yang digunakan dokter untuk mendeteksi kardiomiopati disebut ekokardiogram.
Ekokardiogram adalah jenis pemeriksaan ultrasonografi (USG) yang menghasilkan gambar otot jantung secara langsung saat jantung berkontraksi dan berelaksasi. Pemeriksaan ini membantu dokter menilai seberapa baik fungsi jantung Anda.
Pemeriksaan lain untuk kardiomiopati non-iskemik dapat meliputi:
- elektrokardiogram (EKG).
- kateterisasi jantung.
- rontgen dada atau MRI jantung.
- tes darah.
- tes beban jantung (stress test).
Apa Pengobatan untuk Kardiomiopati Non-iskemik
Penanganan kardiomiopati non-iskemik bergantung pada penyebabnya, serta gejala yang Anda alami dan tingkat kerusakan jantung yang terjadi.
Terkadang, menangani penyebab dasar dari kardiomiopati non-iskemik dapat membantu.
Jika kondisi Anda tergolong ringan, dokter mungkin menyarankan untuk memantau perkembangan kondisi Anda, menerapkan pola makan yang menyehatkan jantung, serta melakukan perubahan gaya hidup.
Dokter mungkin juga meresepkan obat-obatan. Pengobatan ini dapat mencakup "empat pilar" terapi gagal jantung, yaitu:
- penghambat renin-angiotensin, seperti:
a. penghambat enzim pengubah angiotensin (ACE inhibitor).
b. penghambat reseptor angiotensin II.
c. penghambat reseptor angiotensin II-neprilysin.
- penghambat beta (beta-blocker).
- antagonis mineralokortikoid.
- penghambat kotransporter natrium-glukosa 2 (SGLT2 inhibitor).
Obat-obatan tambahan dapat meliputi:
- diuretik untuk mencegah pembengkakan.
- vasodilator untuk melemaskan pembuluh darah Anda.
- ivabradine untuk memperlambat detak jantung Anda.
Beberapa orang memerlukan pemasangan alat pacu jantung atau defibrilator melalui prosedur bedah untuk mengatur detak jantung yang tidak teratur.
Jadi itulah penjelasan mengenai apa itu kardiomiopati non-iskemik. Kardiomiopati non-iskemik merupakan istilah umum untuk segala jenis kardiomiopati yang bukan disebabkan oleh penyakit arteri koroner. Kondisi ini bisa bersifat genetik. Dalam kasus lain, kardiomiopati ini berkaitan dengan kondisi lain, seperti infeksi virus atau penyakit autoimun.