Cara Memulai Hubungan Baik dengan Makanan
- https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images
Terlebih lagi, hal ini dapat membantu Anda mengenali alasan di balik pilihan makanan Anda. Apakah Anda makan karena merasa sangat lapar hingga bersedia menyantap apa pun yang ada di depan mata?
Ataukah Anda ingin mengonsumsi makanan tersebut karena mengira hal itu akan membuat perasaan atau kondisi fisik Anda menjadi lebih baik?
Sembari makan, cobalah untuk menjawab beberapa pertanyaan berikut:
- Rasa dan tekstur apa yang sedang saya rasakan saat ini? Apakah saya menikmatinya? Apakah saya memakannya hanya karena tersedia, atau karena saya memang menginginkannya?
- Apakah makanan ini terasa pas? Apakah ini memuaskan keinginan yang sedang saya rasakan?
- Apakah makanan ini telah mengatasi masalah seperti yang mungkin saya bayangkan sebelumnya?
- Bagaimana makanan ini memengaruhi nafsu makan saya? Apakah saya merasakan rasa lapar saya mulai hilang?
- Bagaimana perasaan saya secara emosional saat menyantap ini? Apakah ini menghadirkan sukacita, rasa bersalah, atau kemarahan?
- Apakah saya benar-benar lapar? Jika tidak, mengapa saya memutuskan untuk makan (misalnya, karena dorongan emosional, keinginan mendadak, atau kebosanan)?
Beberapa pertanyaan ini mungkin terasa sulit untuk dijawab. Menuangkan pemikiran Anda ke dalam jurnal bisa sangat membantu. Kuncinya adalah menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut tanpa menghakimi diri sendiri, melainkan dengan sikap yang penuh rasa ingin tahu.
Seiring berjalannya waktu, pengamatan ini dapat membantu Anda mengenali alasan di balik pilihan makanan Anda, serta menentukan apakah Anda mungkin memerlukan cara lain yang lebih sehat untuk mengatasi masalah atau tekanan tertentu.
4. Perhatikan isi piring Anda
Bayangkan sebuah kehidupan di mana Anda tidak perlu membenarkan pilihan makanan Anda kepada diri sendiri maupun orang lain.
Kebanyakan orang senantiasa memberikan penjelasan kepada diri sendiri maupun orang lain mengenai pilihan makanan mereka.
Sebagai contoh, “Saya makan es krim karena hari ini saya mengalami hari yang buruk” atau “Saya harus menyantap salad untuk makan malam karena tadi tidak sempat berolahraga.”
Alih-alih memberikan alasan atas pilihan makanan Anda, izinkan diri Anda untuk menyantap makanan yang menurut Anda paling tepat bagi diri Anda pada saat itu juga.