4 Dampak Negatif dari Masturbasi Berlebihan
- shutterstock
Olret – Masturbasi adalah cara alami dan sehat untuk menjelajahi tubuh dan menghilangkan stres, tetapi masturbasi berlebihan dapat menyebabkan masalah kesehatan fisik dan mental.
Masturbasi berlebihan dapat memengaruhi kesehatan fisik, sosial, dan mental. Meskipun masturbasi yang tepat adalah bagian dari aktivitas seksual manusia dan dianggap aman, masturbasi berlebihan atau kompulsif dapat memiliki efek negatif.
Menurut Dr. Phung Anh Tuan, seorang spesialis andrologi dan dosen di Universitas Phenikaa, masturbasi berlebihan tidak hanya memengaruhi hubungan pernikahan tetapi juga menyebabkan pemikiran yang menyimpang, ketidakmampuan untuk berkonsentrasi pada pekerjaan dan kehidupan sehari-hari. Lebih jauh lagi, masturbasi berlebihan dapat memengaruhi sistem saraf pusat, dengan kemungkinan gejala seperti: gangguan memori, kelemahan fisik, dan lesu.
Memahami beberapa efek masturbasi berlebihan:
1. Masturbasi berlebihan memengaruhi kesehatan fisik
Onani
- sanook
Masturbasi berlebihan dapat memengaruhi kesehatan fisik dalam beberapa cara:
Iritasi dan kerusakan kulit: Masturbasi yang sering dapat menyebabkan iritasi kulit, nyeri, atau lecet di area genital, terutama jika terjadi gesekan tanpa pelumas.
Nyeri panggul: Beberapa orang mungkin mengalami nyeri panggul karena ketegangan otot dan kejang yang terus-menerus. Ini biasanya bersifat sementara tetapi dapat menyebabkan ketidaknyamanan jika perilaku tersebut berlebihan.
Potensi disfungsi ereksi (DE): Beberapa individu mungkin mengalami kesulitan mencapai atau mempertahankan ereksi selama hubungan seksual dengan pasangan. Ini terkadang terkait dengan pelepasan dopamin yang tinggi yang terkait dengan masturbasi, yang dapat menyebabkan hilangnya sensasi seiring waktu.
2. Masturbasi Berlebihan Mempengaruhi Psikologi
Mitos tentang kemarahan
- freepik.com
Masturbasi berlebihan dapat menyebabkan perasaan bersalah, malu, atau rendah diri, yang mengakibatkan masalah kesehatan mental. Emosi ini juga berkontribusi pada stres, terutama bagi mereka yang merasa tidak mampu mengendalikan perilakunya.
Bagi sebagian orang, masturbasi berlebihan dapat menjadi perilaku kompulsif, yang memengaruhi kehidupan sehari-hari. Perilaku ini mungkin terkait dengan kondisi yang mendasarinya, seperti kecemasan, depresi, atau gangguan obsesif-kompulsif (OCD), di mana masturbasi menjadi bentuk penenangan diri.
Selain itu, beberapa orang merasa lesu atau memiliki motivasi rendah setelah masturbasi berlebihan. Hal ini memengaruhi produktivitas, energi fisik, dan antusiasme secara keseluruhan untuk aktivitas dan tujuan lainnya.