Makanan untuk Membantu Mengatasi Refluks Asam
- https://www.yesdok.com/
Olret – Makanan yang cenderung tidak memicu refluks asam meliputi buah-buahan non-sitrus, daging tanpa lemak, sayuran, dan oatmeal.
Makanan tinggi lemak, seperti gorengan, daging berlemak, dan produk susu tinggi lemak, dapat meningkatkan risiko refluks asam.
Penyesuaian gaya hidup, seperti menjaga berat badan ideal, tetap dalam posisi tegak setelah makan, dan menghindari makan berlebihan, dapat membantu mengatasi gejala refluks asam.
Refluks asam dan penyakit refluks gastroesofageal (GERD) melibatkan naiknya asam dari lambung ke kerongkongan. Kondisi ini dapat menyebabkan sensasi terbakar di dada (heartburn) dan gejala lainnya.
Salah satu penyebab GERD dan refluks asam adalah melemahnya atau rusaknya sfingter esofagus bagian bawah (LES), katup yang terletak di antara lambung dan kerongkongan (esofagus) Anda.
Biasanya, LES menutup untuk mencegah makanan di dalam lambung naik kembali ke kerongkongan. Pada penderita GERD, katup ini tidak menutup dengan sempurna, sehingga asam lambung dapat mengalir kembali ke kerongkongan.
Jenis makanan yang Anda konsumsi dapat memengaruhi jumlah asam yang diproduksi lambung serta kinerja LES. Berikut ini adalah beberapa tips mengenai makanan yang dapat membantu mengatasi kondisi tersebut serta makanan yang sebaiknya dihindari.
Makanan yang Sebaiknya Dikonsumsi
Jika Anda mengalami nyeri ulu hati (heartburn), memasukkan makanan-makanan berikut ke dalam pola makan Anda dapat:
- mengurangi risiko refluks asam dibandingkan dengan jenis makanan lain.
- membantu menetralkan asam lambung.
- membantu Anda mengelola gejala refluks asam.
Tidak ada satu pun dari makanan ini yang dapat menyembuhkan GERD atau refluks asam, dan apa yang cocok bagi satu orang belum tentu cocok bagi orang lain. Pada akhirnya, pilihan Anda bergantung pada bagaimana makanan tersebut memengaruhi tubuh Anda.
1. Sayuran
Makanan yang tinggi lemak dan gula tambahan dapat meningkatkan risiko refluks asam. Sayuran secara alami rendah lemak dan gula. Pilihan yang baik meliputi:
- buncis.
- brokoli.
- asparagus.
- kembang kol.
- sayuran hijau berdaun.
- kentang.
- timun.
Anda dapat menggunakan rempah-rempah seperti kunyit atau kayu manis untuk menambah cita rasa. Perlu diingat bahwa penambahan mentega, rempah-rempah, lemon, saus tomat, dan saus salad dapat meningkatkan risiko refluks asam.
2. Jahe
Jahe memiliki sifat antiradang alami, dan banyak orang menggunakannya sebagai obat alami untuk mengatasi gangguan pencernaan, mual, serta masalah saluran pencernaan lainnya.
Salah satu alasannya adalah jahe dapat mempercepat pengosongan lambung. Dengan kata lain, jahe membantu makanan bergerak melewati lambung menuju bagian saluran pencernaan selanjutnya.
Anda bisa menambahkan jahe parut atau irisan jahe ke dalam masakan maupun smoothie, atau meminum teh jahe untuk meredakan gejala.
Namun, pada sebagian orang, jahe dapat memicu rasa perih atau panas di dada (heartburn). Cobalah dalam jumlah sedikit terlebih dahulu untuk mengetahui apakah jahe cocok bagi Anda.
3. Oatmeal
Oatmeal adalah biji-bijian utuh dan sumber serat yang sangat baik. Oat juga menyerap asam lambung, sehingga mengurangi kemungkinan Anda mengalami refluks asam.
Pola makan tinggi serat dikaitkan dengan risiko refluks asam yang lebih rendah. Pilihan makanan tinggi serat lainnya mencakup roti gandum utuh dan beras merah.
4. Buah-buahan non-sitrus
Melon, pisang, apel, dan pir semuanya menyediakan nutrisi penting, serta cenderung tidak memicu gejala refluks dibandingkan buah-buahan asam seperti jeruk.
Sebagai camilan, buah-buahan cenderung tidak menyebabkan refluks asam dibandingkan makanan yang mengandung tambahan lemak dan gula, seperti cokelat.
Buah-buahan juga mengandung serat yang dapat membuat Anda merasa kenyang lebih lama.
5. Daging tanpa lemak dan makanan laut
Daging tanpa lemak, seperti ayam, kalkun, ikan, dan makanan laut rendah lemak dan cenderung tidak memicu gejala refluks asam dibandingkan daging berlemak.
Cobalah mengolahnya dengan cara dipanggang, dibakar, dipanggang dalam oven, atau direbus perlahan.
6. Putih telur
Putih telur rendah lemak dan tinggi protein. Cobalah mengonsumsinya dengan cara direbus tanpa cangkang (poached).
Kuning telur dan telur goreng tinggi lemak serta dapat memicu gejala refluks.
7. Lemak sehat
Tubuh membutuhkan lemak agar dapat berfungsi, namun penting untuk memilih jenis lemak yang tepat dan mengonsumsinya dalam jumlah wajar.
Sumber lemak tak jenuh yang sehat meliputi:
- alpukat.
- kacang kenari.
- biji rami (flaxseed).
- minyak zaitun.
- minyak wijen.
- minyak bunga matahari.
Jenis-jenis lemak ini cenderung tidak memicu refluks asam dibandingkan dengan lemak hewani maupun lemak yang ditambahkan pada makanan olahan. Sebaiknya hindari makanan yang digoreng dengan banyak minyak (deep-fried), seperti kentang goreng dan donat.
8. Minuman
Cobalah memilih minuman non-asam dan hindari minuman yang mengandung alkohol, pemanis, serta kafein.
Pilihannya meliputi:
- teh herbal.
- susu nabati.
- jus wortel dan jus sayuran non-asam lainnya.
Jadi itulah penjelasan mengenai makanan untuk membantu mengatasi refluks asam. Jika Anda mengalami refluks asam, cobalah untuk mengganti pola makan Anda dengan makanan yang lebih menyehatkan dan bermanfaat.