Bisakah Perimenopause Memicu Kecemasan?

Perimenopause memicu kecemasan
Sumber :
  • https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images

- sensasi panas (hot flashes) dan keringat di malam hari (gejala vasomotor atau VMS).

img_title Tiba-Tiba Ingin Menjauh dari Semua Orang? Begini Cara Tubuh Memberi Sinyal

- kenaikan berat badan.

- siklus haid yang tidak menentu.

img_title 5 Hal yang Sering Dilakukan Saat Stres Tanpa Kita Sadari, Coba Cek Kamu Begini Juga?

- kekeringan pada vagina.

- gangguan tidur.

img_title Tiba-Tiba Merasa Tidak Enak Badan Padahal Tidak Sakit? Jangan Abaikan 5 Hal Ini

Sebagian dari kecemasan tersebut muncul karena gejala-gejala ini sangat sulit diprediksi. Sulit untuk mengetahui kapan sensasi panas akan datang, apakah hubungan seksual akan terasa tidak nyaman, apakah Anda bisa tidur nyenyak sebelum acara penting, atau kapan haid akan dimulai atau bahkan apakah haid akan datang kembali.

Jika Anda memiliki sensitivitas terhadap kecemasan, yaitu kondisi di mana gejala kecemasan justru membuat Anda merasa takut, maka gejala-gejala fisik ini bisa terasa jauh lebih menyiksa. 

Selain itu, jika Anda termasuk dalam kelompok minoritas, pengalaman Anda dalam mendapatkan layanan kesehatan terkait perimenopause mungkin justru menambah tingkat stres yang Anda alami.

Tantangan di Paruh Baya

Perimenopause terjadi pada masa kehidupan ketika banyak perubahan lain juga berlangsung. Jika Anda memiliki anak, mereka mungkin sedang beranjak remaja atau bersiap menempuh pendidikan tinggi dan meniti karier. 

Jika Anda menginginkan anak namun belum memilikinya, Anda mungkin merasakan tekanan, depresi, atau bahkan kesedihan mendalam. 

Jika Anda memilih untuk tidak memiliki anak (childfree), menopause bisa berarti kebebasan dari penggunaan alat kontrasepsi. Di sisi lain, fase ini juga dapat memicu emosi terkait dengan sifat permanen dari pilihan hidup yang telah Anda ambil.

Anda mungkin juga menghadapi sejumlah tantangan kesehatan. Kebutuhan dan sumber daya finansial Anda mungkin telah berubah, bisa jadi karena adanya pergeseran besar dalam karier. Atau, mungkin Anda termasuk dalam kelompok yang kian bertambah, yakni mereka yang bercerai di usia dewasa, sebuah fenomena yang terkadang disebut sebagai “perceraian di usia senja” (gray divorce).

Semua pengalaman paruh baya ini sering kali dikaitkan dengan kecemasan, sehingga sulit untuk menentukan dengan pasti apa sebenarnya penyebab dari tekanan tambahan yang Anda rasakan.

Apa Penanganan untuk Kecemasan Selama Masa Perimenopause

Anda mungkin dapat mengurangi kecemasan selama masa perimenopause dengan berkonsultasi kepada tenaga medis profesional serta melakukan langkah-langkah praktis secara mandiri. 

Halaman Selanjutnya
img_title