Beginilah Seberapa Cepat Anda Harus Berjalan untuk Membantu Menurunkan Risiko Kematian

Berjalan lebih cepat untuk menurunkan risiko kematian
Sumber :
  • https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images

Olret – Sebuah studi menemukan bahwa kecepatan berjalan dapat membantu memprediksi risiko seseorang meninggal akibat penyebab apa pun.

img_title 4 Tips Sederhana untuk Membantu Anda Cepat Tertidur

Baik tes klinis maupun tes yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari sama-sama dapat memprediksi risiko kematian.

Para ahli menyatakan bahwa kecepatan berjalan dapat memprediksi risiko kematian karena hal tersebut merupakan indikator kesehatan secara menyeluruh.

img_title Cara Mengonsumsi Camilan Saat Menonton Pertandingan Olahraga Sembari Berupaya Menurunkan Berat Badan

Jika kecepatan berjalan Anda melambat, ada baiknya untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan Anda.

Kecepatan Berjalan Klinis vs. Berjalan Sehari-hari

img_title Tips untuk Melawan Insomnia dan Agar Cepat Tertidur

Studi ini merupakan bagian dari sub-studi akselerometer Whitehall II di Britania Raya.

Studi ini melibatkan 4.067 peserta, yang sebagian besar laki-laki, dengan usia rata-rata sekitar 69 tahun. Sekitar sepertiga dari subjek penelitian adalah perempuan.

Para peneliti mengumpulkan data dari Januari 2012 hingga Desember 2013 dan melakukan pemantauan lanjutan hingga Agustus 2024.

Untuk mengukur kecepatan berjalan klinis, para peserta menjalani tes berjalan standar. Mereka diminta berjalan di lintasan sepanjang 2,44 meter dengan kecepatan yang biasa mereka gunakan. 

Tes ini diulang sebanyak tiga kali, dan kecepatan rata-rata dalam satuan meter per detik digunakan untuk analisis. Peserta yang sehari-harinya menggunakan tongkat bantu jalan diperbolehkan menggunakannya selama tes berlangsung.

Untuk pengukuran aktivitas berjalan dalam kehidupan sehari-hari, para peserta mengenakan akselerometer GENEActiv di pergelangan tangan selama 9 hari berturut-turut. 

Perangkat ini merekam pergerakan dengan frekuensi tinggi dan menggunakan perangkat lunak khusus untuk mendeteksi episode berjalan serta menghitung jumlah langkah.

Dari data ini, dua ukuran utama irama berjalan dihitung: median irama berjalan (nilai tengah jumlah langkah per menit selama periode berjalan) dan irama berjalan persentil ke-95 (tingkat langkah yang lebih tinggi yang menunjukkan aktivitas berjalan cepat). 

Studi ini juga menghitung jumlah langkah rata-rata per hari.

Para peneliti juga mengumpulkan informasi mengenai faktor-faktor yang diketahui memengaruhi mortalitas, seperti:

- usia.

- jenis kelamin.

- pendidikan.

- ras dan etnis.

- status pernikahan.

- kebiasaan merokok.

- konsumsi alkohol.

- pola makan.

- indeks massa tubuh (IMT).

- hipertensi.

- penyakit kronis.

Catatan kematian nasional digunakan untuk mengidentifikasi kematian yang terjadi selama periode tindak lanjut.

Metode statistik kemudian digunakan untuk mengestimasi risiko kematian yang berkaitan dengan kecepatan dan irama berjalan, dengan turut memperhitungkan faktor-faktor risiko lainnya.

Halaman Selanjutnya
img_title