Teh Hijau vs. Kopi: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
- https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images
Olret – Meskipun teh hijau dan kopi sama-sama menawarkan manfaat kesehatan berkat kandungan kafein dan antioksidannya, kopi memiliki kadar kafein lebih dari tiga kali lipat jumlah yang ada dalam teh hijau.
Teh merupakan minuman yang paling sering dikonsumsi di dunia setelah air putih. Kopi juga sangat populer.
Di Amerika Serikat, lebih dari 85% orang dewasa mengonsumsi kafein secara rutin, dengan asupan harian rata-rata sebesar 180 mg—jumlah kafein yang setara dengan sekitar 2 cangkir kopi.
Masyarakat mengonsumsi teh hijau dan kopi karena cita rasanya yang khas serta manfaat kesehatannya.
Anda dapat menikmati secangkir kopi dengan menyeduh biji kopi yang telah disangrai dan digiling, sementara teh hijau dapat disiapkan dengan menyeduh daun yang tidak difermentasi dari tanaman *Camellia sinensis*, yang juga dikenal sebagai tanaman teh.
Artikel ini membandingkan manfaat serta kekurangan dari kopi dan teh hijau, sekaligus mengulas cara penyajian yang sehat maupun yang kurang sehat.
Kandungan Kafein
Kafein adalah zat stimulan yang paling banyak dikonsumsi di seluruh dunia dan secara alami terkandung dalam kopi serta teh. Bahkan, kopi dan teh sering kali menjadi sumber utama kafein dalam pola makan seseorang.
Akan tetapi, kopi mengandung kafein lebih dari tiga kali lipat jumlah yang terdapat dalam teh hijau. Satu porsi kopi sebanyak 8 ons (240 ml) mengandung 96 mg kafein, sementara jumlah yang sama dari teh hijau mengandung 29 mg kafein.
Menurut penelitian, asupan kafein sebanyak 400 mg per hari dianggap aman bagi orang dewasa. Namun, batas yang disarankan lebih rendah, yaitu 100 mg per hari untuk remaja dan 2,5 mg/kg berat badan per hari untuk anak-anak.
Kafein merupakan salah satu zat yang paling banyak diteliti karena memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan. Manfaat tersebut meliputi:
- peningkatan tingkat energi, kewaspadaan, perhatian, dan kesiagaan.
- pengurangan kelelahan mental maupun fisik.
- percepatan waktu reaksi dan peningkatan akurasi.
- peningkatan performa saat berolahraga.
- perbaikan daya ingat dan suasana hati (mood).
Bukti juga menunjukkan bahwa kafein memiliki efek perlindungan terhadap kesehatan otak, serta mengurangi risiko demensia dan penyakit degeneratif lainnya. Beberapa studi bahkan mengaitkan asupan kafein dengan penurunan risiko terkena diabetes tipe 2.