Multitasking Sering Menurunkan Fokus? Ini Faktanya
- freepik.com
Setiap kali berpindah tugas, otak membutuhkan energi tambahan untuk menyesuaikan diri dengan konteks yang baru. Jika hal ini terjadi terus-menerus, energi mental akan terkuras lebih cepat.
Inilah sebabnya mengapa seseorang bisa merasa sangat lelah di akhir hari meskipun tidak melakukan aktivitas fisik yang berat. Bukan tubuh yang bekerja terlalu keras, melainkan otak yang terus-menerus dipaksa berpindah fokus.
Produktif dan Sibuk Itu Berbeda
Salah satu alasan multitasking terasa menyenangkan adalah karena memberikan ilusi produktivitas. Banyak tugas terlihat bergerak dalam waktu yang bersamaan sehingga muncul perasaan bahwa pekerjaan sedang berjalan sangat efektif.
Padahal, produktivitas bukan tentang seberapa banyak hal yang dilakukan sekaligus, melainkan seberapa baik suatu tugas dapat diselesaikan.
Seseorang yang fokus mengerjakan satu pekerjaan hingga selesai sering kali menghasilkan kualitas kerja yang lebih baik dibandingkan orang yang mengerjakan lima hal sekaligus tetapi tidak ada yang benar-benar tuntas.
Kapan Multitasking Masih Bisa Dilakukan?
Tidak semua bentuk multitasking berdampak buruk. Beberapa aktivitas sederhana masih bisa dilakukan bersamaan tanpa terlalu membebani otak.
Misalnya berjalan sambil mendengarkan musik, mencuci piring sambil mendengarkan podcast, atau berolahraga ringan sambil mendengarkan audiobook.
Masalah biasanya muncul ketika dua atau lebih tugas membutuhkan konsentrasi tinggi dalam waktu yang sama. Pada kondisi inilah kemampuan fokus mulai menurun.
Cara Melatih Fokus yang Lebih Baik
Jika merasa sering kehilangan fokus akibat terlalu banyak mengerjakan hal sekaligus, beberapa kebiasaan berikut bisa dicoba:
- Kerjakan satu tugas penting terlebih dahulu sebelum berpindah ke tugas lain.
- Matikan notifikasi yang tidak diperlukan saat bekerja.
- Tentukan waktu khusus untuk memeriksa pesan atau media sosial.
- Gunakan teknik kerja seperti metode Pomodoro, yaitu fokus selama 25 menit lalu beristirahat sejenak.
- Buat daftar prioritas agar tidak tergoda mengerjakan semuanya sekaligus.
Multitasking sering dianggap sebagai kemampuan yang membuat seseorang lebih produktif. Namun faktanya, otak manusia tidak benar-benar dirancang untuk fokus penuh pada banyak tugas kompleks secara bersamaan. Yang terjadi justru perpindahan perhatian yang terus-menerus, sehingga fokus menurun, risiko kesalahan meningkat, dan energi mental lebih cepat habis.