5 Kesalahan Saat Interview yang Masih Sering Dilakukan

Para pelamar Dapur SPPG di Ciamis.
Sumber :
  • MB

OlretInterview kerja menjadi salah satu tahap paling menentukan dalam proses rekrutmen. Di sinilah perusahaan tidak hanya menilai kemampuan dan pengalaman kandidat, tetapi juga melihat cara berkomunikasi, kepribadian, hingga kesiapan mereka untuk bergabung dengan tim.

img_title Kenapa Setelah Meeting Panjang Kita Malah Sulit Fokus Bekerja?

Sayangnya, masih banyak pelamar yang gagal memberikan kesan terbaik bukan karena kurang kompeten, melainkan karena melakukan kesalahan-kesalahan yang sebenarnya bisa dihindari. Rasa gugup memang wajar, tetapi persiapan yang matang dapat membantu meningkatkan rasa percaya diri saat wawancara berlangsung.

Jika sedang mempersiapkan diri untuk melamar pekerjaan, berikut lima kesalahan saat interview yang masih sering dilakukan beserta cara menghindarinya.

img_title Merasa Tidak Berkembang di Tempat Kerja? Mungkin Ini Penyebabnya

1. Datang Tanpa Mencari Tahu Tentang Perusahaan

Salah satu kesalahan yang cukup sering terjadi adalah datang ke interview tanpa mengetahui profil perusahaan yang dilamar. Ketika HR bertanya, "Apa yang kamu ketahui tentang perusahaan kami?" sebagian kandidat hanya mampu menjawab secara umum atau bahkan mengaku belum sempat mencari informasi.

img_title Tips Mengurangi Rasa Malas Setelah Jam Istirahat Siang

Padahal, meluangkan waktu beberapa menit untuk membaca profil perusahaan, produk atau layanan, budaya kerja, hingga visi dan misinya dapat memberikan nilai tambah. Hal ini menunjukkan bahwa kamu benar-benar tertarik dengan posisi yang dilamar, bukan sekadar mengirim lamaran ke banyak tempat.

Selain itu, memahami perusahaan juga akan membantumu memberikan jawaban yang lebih relevan selama wawancara.

2. Terlalu Fokus Menceritakan Diri Sendiri

Saat diminta memperkenalkan diri, banyak kandidat justru menceritakan seluruh perjalanan hidupnya secara panjang lebar. Akibatnya, informasi yang sebenarnya penting menjadi kurang terlihat.

Perkenalan yang baik sebaiknya singkat, jelas, dan berkaitan dengan pekerjaan yang dilamar. Fokuslah pada latar belakang pendidikan atau pengalaman kerja, keterampilan yang relevan, serta pencapaian yang mendukung posisi tersebut.

Dengan begitu, pewawancara dapat lebih mudah memahami alasan mengapa kamu cocok untuk mengisi posisi yang tersedia.

3. Memberikan Jawaban yang Terlalu Singkat atau Menghafal

Menjawab pertanyaan hanya dengan kata iya, tidak, atau satu kalimat sering kali membuat HR kesulitan menggali kemampuan kandidat. Sebaliknya, menghafal jawaban dari internet juga bisa terdengar kaku dan kurang natural.

Halaman Selanjutnya
img_title