Tangis Paling Mengerikan Adalah Tangis Tak Bersuara Seorang Ayah

Tangis Tak Bersuara Seorang Ayah
Tangis Tak Bersuara Seorang Ayah
Sumber :

Olret – Sampai saat ini, Eril dan Ridwan Kamil masih menjadi topik pembicaraan hangat di twitter maupun media sosial lainnya. Banyak doa mengalir untuk keluarga dengan harapan semua berjalan dengan harapan.

Namun sampai saat ini (01/060/2022) belum ada kabar terbaru tentang sang anak. Kabar terbarunya adalah pihak keluarga sudah mengikhlaskan apapun yang terjadi pada anaknya.

Seorang penulis J.S Khairen lewat laman facebooknya membagikan sebuah tulisan yang sangat menyentuh hati para pembaca.

Berikut ini tulisan JS Khairen tentang hilangnya Eril anak Ridwan Kamil dikutip dari laman facebook @JSKhairen.

Surat untuk Sungai

Tangis paling mengerikan adalah tangis tak bersuara seorang ayah.

Tangannya menyentuh permukaan sungai nan dingin itu. Di dalam hati, ia berteriak. Semoga sentuhan barusan merambat sampai ke anaknya, yang entah berada di mana sekarang. Semoga, sentuhan itu memberi pesan.

Ia coba lihat-lihat ke dasar sungai. Namun yang terlihat malah hal lain; bayangan saat ia menggendong sang putra pertama kali. Saat hari pertama ia mengantarkannya ke sekolah. Juga saat bersorak bangga saat anaknya lulus.

Masih ia percik-percikkan permukaan sungai itu. Mungkin jika boleh bertanya, ia akan bertanya.

“Di mana anakku, sungai? Tenggelamkah? Di ujung sana menanti kedinginan kah? Sudah menepi? Terduduk di rumah seseorang sambil pengobatan cidera kah? Sungai, tolong beri tahu.”

Pria topi bundar itu runtuh. Setiap hari, jutaan ayah, jutaan orang, jutaan anak, juga khawatir dan ikut berdoa diam-diam untuk mereka. Barang kali kalau boleh ikut terjun ke sana, akan ada banyak ayah yang siap ikut terjun membantu.

Hai sungai yang dingin, tak cukup hangatkah doa yang kami kirim? Yang tiap buka gawai, entah bagaimana secara insting terus mencari berita Eril, Eril, Eril.Gak kenal Eril, gak terlalu sering

ngikutin Kang Emil. Namun beberapa hari belakangan, ada banyak orang yang secara tulus berdoa agar ia segera ditemukan. Tidak cukup hangatkah itu, wahai sungai?

Broadcaster of daily happines, begitu tulisan di bio IG si pria topi bundar. Kurang lebih maknanya adalah, sang penyiar kebahagiaan. Namun, beberapa hari ini ia tengah bersedih. Melihatnya bersedih, kita ikut-ikutan remuk.

Halaman Selanjutnya
img_title