Serba-serbi tentang Obstructive Sleep Apnea yang Perlu Anda Ketahui
- https://res.cloudinary.com/dk0z4ums3/
Olret – Obstructive sleep apnea terjadi ketika otot-otot tenggorokan menjadi rileks saat tidur dan menghalangi aliran udara. Jeda pernapasan dapat memicu terbangunnya otak secara singkat dan menurunkan kadar oksigen.
Gejala umum meliputi rasa kantuk di siang hari, sakit kepala di pagi hari, perubahan suasana hati, dan sering terbangun di malam hari. Pasangan tidur sering melaporkan adanya dengkuran keras yang disertai suara terengah-engah atau jeda napas tanpa suara.
Penanganan bertujuan untuk menjaga saluran napas tetap terbuka, sering kali menggunakan terapi continuous positive airway pressure (CPAP) serta pengelolaan berat badan. Diagnosis dapat dilakukan melalui tes sleep apnea di rumah atau pemeriksaan polisomnografi semalam penuh.
Obstructive sleep apnea (OSA) adalah gangguan pernapasan terkait tidur yang umum terjadi. Pada kondisi normal, udara seharusnya mengalir lancar dari mulut dan hidung menuju paru-paru setiap saat, termasuk selama tidur.
Periode ketika pernapasan berhenti sepenuhnya disebut apnea atau episode apnea. Pada OSA, aliran udara yang normal terhenti berulang kali sepanjang malam.
Peristiwa ketika pernapasan terhambat sebagian disebut hipopnea. Agar pernapasan dapat kembali normal, otak akan memicu kondisi terjaga (arousal).
Mendengkur sering kali dikaitkan dengan OSA, terutama jika dengkuran tersebut diselingi oleh jeda hening. Mendengkur disebabkan oleh aliran udara yang terdesak saat melewati saluran napas yang menyempit.
Penting untuk diingat bahwa mendengkur tidak selalu menandakan adanya masalah serius, dan tidak semua orang yang mendengkur menderita OSA.
Gejala Obstructive Sleep Apnea
Penderita OSA sering melaporkan rasa kantuk di siang hari. Selain harus terbangun untuk memulihkan pernapasan, OSA menyebabkan terjadinya penurunan pasokan oksigen ke otak dan bagian tubuh lainnya, sehingga kualitas tidur menjadi buruk.
Hal ini mengakibatkan rasa kantuk di siang hari dan kurangnya kejernihan pikiran di pagi hari. Orang yang tidur bersama penderita OSA mungkin melaporkan hal-hal berikut mengenai pasangannya:
- mendengkur keras.
- terengah-engah.
- tersedak.
- mendengus.
- jeda pernapasan saat tidur.
Gejala-gejala ini juga sering terdeteksi saat memeriksa keluhan lain atau selama pemeriksaan kesehatan rutin.