Serba-serbi tentang Obstructive Sleep Apnea yang Perlu Anda Ketahui

Obstructive Sleep Apnea (OSA)
Sumber :
  • https://res.cloudinary.com/dk0z4ums3/

Penderita OSA juga dapat mengalami gejala-gejala berikut:

img_title 8 Peregangan untuk Dilakukan Sebelum Tidur

- sakit kepala di pagi hari.

- perasaan kesal atau mudah marah.

img_title Kenapa Deep Sleep Penting untuk Otak? Ini yang Terjadi Saat Kamu Tidur Nyenyak

- mudah lupa.

- rasa kantuk.

img_title Merasa Berisiko Mengalami Demensia? Inilah Hal-Hal yang Perlu Anda Ketahui

- sering terbangun berulang kali sepanjang malam.

Gejala lainnya meliputi:

- hiperaktivitas pada anak-anak.

- depresi yang memburuk.

- penurunan kinerja kerja maupun prestasi sekolah.

- hilangnya minat terhadap aktivitas seksual.

Rasa kantuk di siang hari menempatkan penderita apnea tidur pada risiko kecelakaan kendaraan bermotor dan kecelakaan kerja. Pengobatan dapat membantu mengatasi rasa kantuk di siang hari sepenuhnya.

Apa Penyebab Obstructive Sleep Apnea

Berikut adalah beberapa kondisi yang terkait dengan OSA:

- sindrom hipoventilasi akibat obesitas, yaitu gangguan pernapasan pada penderita obesitas yang juga mengalami pernapasan dangkal atau kurang memadai pada siang hari.

- kondisi endokrin, seperti hipotiroidisme, akromegali, dan sindrom ovarium polikistik, yang dapat memengaruhi pernapasan saat Anda tidur.

- penyakit paru kronis, seperti asma, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), dan fibrosis paru.

- kondisi neuromuskular, seperti stroke, yang dapat mengganggu sinyal otak ke otot dada dan saluran napas.

- gagal jantung atau gagal ginjal, yang dapat menyebabkan penumpukan cairan di leher dan menyumbat saluran napas bagian atas.

- kehamilan.

Faktor Risiko Obstructive Sleep Apnea

Risiko OSA meningkat jika Anda memiliki karakteristik fisik yang mempersempit saluran napas bagian atas. Faktor risiko OSA meliputi:

- obesitas.

- ukuran amandel yang besar.

- lidah yang besar, yang dapat menyumbat saluran napas.

- retrognathia, yaitu kondisi ketika rahang bawah lebih pendek daripada rahang atas.

- langit-langit mulut yang sempit atau saluran napas yang lebih mudah kolaps.

- merokok.

- mengonsumsi alkohol dalam jumlah banyak.

- riwayat keluarga dengan OSA.

Jadi itulah penjelasan mengenai serba-serbi obstructive sleep apnea (OSA) yang perlu Anda ketahui. OSA merupakan salah satu tipe sleep apnea yang membuat orang kesulitan tidur.