Serba-serbi tentang Obstructive Sleep Apnea yang Perlu Anda Ketahui

Obstructive Sleep Apnea (OSA)
Sumber :
  • https://res.cloudinary.com/dk0z4ums3/

Olret – Obstructive sleep apnea terjadi ketika otot-otot tenggorokan menjadi rileks saat tidur dan menghalangi aliran udara. Jeda pernapasan dapat memicu terbangunnya otak secara singkat dan menurunkan kadar oksigen.

img_title Cara Memperbaiki Jadwal Tidur Anda

Gejala umum meliputi rasa kantuk di siang hari, sakit kepala di pagi hari, perubahan suasana hati, dan sering terbangun di malam hari. Pasangan tidur sering melaporkan adanya dengkuran keras yang disertai suara terengah-engah atau jeda napas tanpa suara.

Penanganan bertujuan untuk menjaga saluran napas tetap terbuka, sering kali menggunakan terapi continuous positive airway pressure (CPAP) serta pengelolaan berat badan. Diagnosis dapat dilakukan melalui tes sleep apnea di rumah atau pemeriksaan polisomnografi semalam penuh.

img_title 5 Mitos dan Fakta Seputar Insomnia

Obstructive sleep apnea (OSA) adalah gangguan pernapasan terkait tidur yang umum terjadi. Pada kondisi normal, udara seharusnya mengalir lancar dari mulut dan hidung menuju paru-paru setiap saat, termasuk selama tidur.

Periode ketika pernapasan berhenti sepenuhnya disebut apnea atau episode apnea. Pada OSA, aliran udara yang normal terhenti berulang kali sepanjang malam. 

img_title Bisakah Kecemasan Menyebabkan Sakit Tenggorokan?

Peristiwa ketika pernapasan terhambat sebagian disebut hipopnea. Agar pernapasan dapat kembali normal, otak akan memicu kondisi terjaga (arousal).

Mendengkur sering kali dikaitkan dengan OSA, terutama jika dengkuran tersebut diselingi oleh jeda hening. Mendengkur disebabkan oleh aliran udara yang terdesak saat melewati saluran napas yang menyempit.

Penting untuk diingat bahwa mendengkur tidak selalu menandakan adanya masalah serius, dan tidak semua orang yang mendengkur menderita OSA.

Gejala Obstructive Sleep Apnea

Penderita OSA sering melaporkan rasa kantuk di siang hari. Selain harus terbangun untuk memulihkan pernapasan, OSA menyebabkan terjadinya penurunan pasokan oksigen ke otak dan bagian tubuh lainnya, sehingga kualitas tidur menjadi buruk. 

Hal ini mengakibatkan rasa kantuk di siang hari dan kurangnya kejernihan pikiran di pagi hari. Orang yang tidur bersama penderita OSA mungkin melaporkan hal-hal berikut mengenai pasangannya:

- mendengkur keras.

- terengah-engah.

- tersedak.

- mendengus.

- jeda pernapasan saat tidur.

Gejala-gejala ini juga sering terdeteksi saat memeriksa keluhan lain atau selama pemeriksaan kesehatan rutin.

Penderita OSA juga dapat mengalami gejala-gejala berikut:

- sakit kepala di pagi hari.

- perasaan kesal atau mudah marah.

- mudah lupa.

- rasa kantuk.

- sering terbangun berulang kali sepanjang malam.

Gejala lainnya meliputi:

- hiperaktivitas pada anak-anak.

- depresi yang memburuk.

- penurunan kinerja kerja maupun prestasi sekolah.

- hilangnya minat terhadap aktivitas seksual.

Rasa kantuk di siang hari menempatkan penderita apnea tidur pada risiko kecelakaan kendaraan bermotor dan kecelakaan kerja. Pengobatan dapat membantu mengatasi rasa kantuk di siang hari sepenuhnya.

Apa Penyebab Obstructive Sleep Apnea

Berikut adalah beberapa kondisi yang terkait dengan OSA:

- sindrom hipoventilasi akibat obesitas, yaitu gangguan pernapasan pada penderita obesitas yang juga mengalami pernapasan dangkal atau kurang memadai pada siang hari.

- kondisi endokrin, seperti hipotiroidisme, akromegali, dan sindrom ovarium polikistik, yang dapat memengaruhi pernapasan saat Anda tidur.

- penyakit paru kronis, seperti asma, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), dan fibrosis paru.

- kondisi neuromuskular, seperti stroke, yang dapat mengganggu sinyal otak ke otot dada dan saluran napas.

- gagal jantung atau gagal ginjal, yang dapat menyebabkan penumpukan cairan di leher dan menyumbat saluran napas bagian atas.

- kehamilan.

Faktor Risiko Obstructive Sleep Apnea

Risiko OSA meningkat jika Anda memiliki karakteristik fisik yang mempersempit saluran napas bagian atas. Faktor risiko OSA meliputi:

- obesitas.

- ukuran amandel yang besar.

- lidah yang besar, yang dapat menyumbat saluran napas.

- retrognathia, yaitu kondisi ketika rahang bawah lebih pendek daripada rahang atas.

- langit-langit mulut yang sempit atau saluran napas yang lebih mudah kolaps.

- merokok.

- mengonsumsi alkohol dalam jumlah banyak.

- riwayat keluarga dengan OSA.

Jadi itulah penjelasan mengenai serba-serbi obstructive sleep apnea (OSA) yang perlu Anda ketahui. OSA merupakan salah satu tipe sleep apnea yang membuat orang kesulitan tidur.