Hal yang Perlu Diketahui tentang Refluks Asam dan Sesak Napas

Refluks asam dan sesak napas dapat mempengaruhi satu sama lain
Sumber :
  • https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images

Olret – Refluks asam dapat menyebabkan sesak napas karena asam lambung yang masuk ke kerongkongan juga bisa masuk ke paru-paru, sehingga menyebabkan pembengkakan pada saluran pernapasan.

img_title Obat Cemas untuk Penderita PPOK, Apa Saja?

GERD dan asma sering kali saling berkaitan, di mana masing-masing kondisi berpotensi memperparah kondisi lainnya kemungkinan akibat asam yang menyebabkan iritasi atau kerusakan pada lapisan tenggorokan, saluran pernapasan, dan paru-paru.

Perubahan gaya hidup seperti mengatur pola makan, menjaga berat badan ideal, menghindari pemicu, mengurangi konsumsi alkohol dan kebiasaan merokok, meninggikan posisi kepala saat tidur, serta mengenakan pakaian longgar dapat membantu mengatasi gejala GERD dan masalah pernapasan yang terkait.

img_title Hal yang Perlu Diketahui tentang Menopause dan Perubahan Suasana Hati

Kesulitan bernapas merupakan salah satu gejala yang cukup menakutkan akibat refluks asam dan bentuk kronis dari kondisi ini, yang disebut GERD.

Sesak napas atau disebut juga dispnea terjadi pada penderita GERD karena asam lambung yang naik ke kerongkongan dapat masuk ke paru-paru dan menyebabkan pembengkakan pada saluran pernapasan.

img_title Hal yang Perlu Diketahui tentang Sakit Kepala dan Menopause

Batuk atau mengi dapat memperparah kerusakan pada saluran pernapasan Anda.

Simak informasi lebih lanjut mengenai bagaimana refluks asam memengaruhi pernapasan Anda serta tips untuk mengatasinya.

Hubungan Antara GERD dan Asma

Sesak napas bisa terjadi akibat GERD saja, namun sering kali muncul bersamaan dengan asma. Faktanya, kedua kondisi ini kerap saling berkaitan.

Meskipun para ahli belum sepenuhnya memahami hubungan antara kedua kondisi ini, keduanya mungkin memiliki hubungan timbal balik. Artinya, satu kondisi dapat memperparah kondisi lainnya, dan begitu pula sebaliknya.

Salah satu kemungkinan penjelasannya adalah bahwa aliran asam lambung menyebabkan iritasi atau kerusakan pada lapisan tenggorokan, saluran pernapasan, dan paru-paru. Hal ini dapat memicu serangan asma pada penderita asma yang sudah ada sebelumnya.

Kemungkinan lainnya adalah ketika asam lambung masuk ke kerongkongan, hal itu memicu refleks saraf yang menyebabkan saluran pernapasan menyempit guna mencegah masuknya asam tersebut.

Sama halnya dengan GERD yang dapat memperparah gejala asma, penanganan GERD sering kali membantu meredakan gejala asma, seperti sesak napas.

Bagaimana Perubahan Gaya Hidup Dapat Membantu

Baik sesak napas yang Anda alami berkaitan langsung dengan GERD maupun disebabkan oleh asma akibat GERD, ada langkah-langkah sederhana yang bisa Anda lakukan untuk meredakan gejalanya. Beberapa perubahan gaya hidup yang dapat Anda terapkan meliputi:

- Mengatur pola makan: Cobalah untuk makan dalam porsi lebih kecil namun lebih sering, serta hindari makan atau mengemil menjelang waktu tidur. Anda juga bisa memilih untuk mengonsumsi makanan tertentu dan menghindari yang lainnya.

- Menjaga berat badan ideal: Jika Anda memiliki kelebihan berat badan atau obesitas, upaya menurunkan berat badan dapat membantu mengurangi gejala GERD.

- Mengidentifikasi pemicu: Cobalah untuk mengenali apa saja yang memicu GERD Anda dan hindarilah sebisa mungkin. Sebagai contoh, jika produk tomat memperparah GERD, sebaiknya hindari makanan atau hidangan yang mengandung saus tomat.

- Mengurangi konsumsi alkohol dan kebiasaan merokok: Berhentilah merokok serta kurangi atau hentikan konsumsi alkohol. Merokok dan konsumsi alkohol dapat memperburuk gejala GERD.

- Meninggikan posisi kepala: Tinggikan posisi kepala tempat tidur Anda beberapa inci. Hal ini membantu menjaga makanan tetap berada di dalam lambung dan mencegahnya naik ke kerongkongan saat Anda tidur.

- Mengenakan pakaian longgar: Hindari penggunaan ikat pinggang yang ketat serta pakaian yang menekan area perut.

Cara Lain untuk Membantu Mengatasi Gejala GERD

Jika perubahan gaya hidup saja tidak meredakan masalah pernapasan akibat refluks, dokter Anda mungkin juga menyarankan pengobatan untuk gejala GERD.

Dokter mungkin menyarankan:

- antasida.

- penghambat reseptor H2.

- penghambat pompa proton.

Jika Anda menderita GERD sekaligus asma, tetaplah mengonsumsi obat asma yang diresepkan (serta obat GERD jika dokter telah meresepkannya) dan batasi paparan terhadap pemicu asma maupun GERD Anda.

Jadi itulah penjelasan mengenai hal yang perlu diketahui tentang refluks asam dan sesak napas. Para ahli meyakini adanya hubungan antara asma dan GERD. Meskipun belum sepenuhnya dipahami, kedua kondisi ini dapat memperparah satu sama lain.