Makanan untuk Membantu Mengatasi Refluks Asam
- https://www.yesdok.com/
2. Jahe
Jahe memiliki sifat antiradang alami, dan banyak orang menggunakannya sebagai obat alami untuk mengatasi gangguan pencernaan, mual, serta masalah saluran pencernaan lainnya.
Salah satu alasannya adalah jahe dapat mempercepat pengosongan lambung. Dengan kata lain, jahe membantu makanan bergerak melewati lambung menuju bagian saluran pencernaan selanjutnya.
Anda bisa menambahkan jahe parut atau irisan jahe ke dalam masakan maupun smoothie, atau meminum teh jahe untuk meredakan gejala.
Namun, pada sebagian orang, jahe dapat memicu rasa perih atau panas di dada (heartburn). Cobalah dalam jumlah sedikit terlebih dahulu untuk mengetahui apakah jahe cocok bagi Anda.
3. Oatmeal
Oatmeal adalah biji-bijian utuh dan sumber serat yang sangat baik. Oat juga menyerap asam lambung, sehingga mengurangi kemungkinan Anda mengalami refluks asam.
Pola makan tinggi serat dikaitkan dengan risiko refluks asam yang lebih rendah. Pilihan makanan tinggi serat lainnya mencakup roti gandum utuh dan beras merah.
4. Buah-buahan non-sitrusĀ
Melon, pisang, apel, dan pir semuanya menyediakan nutrisi penting, serta cenderung tidak memicu gejala refluks dibandingkan buah-buahan asam seperti jeruk.
Sebagai camilan, buah-buahan cenderung tidak menyebabkan refluks asam dibandingkan makanan yang mengandung tambahan lemak dan gula, seperti cokelat.
Buah-buahan juga mengandung serat yang dapat membuat Anda merasa kenyang lebih lama.
5. Daging tanpa lemak dan makanan laut
Daging tanpa lemak, seperti ayam, kalkun, ikan, dan makanan laut rendah lemak dan cenderung tidak memicu gejala refluks asam dibandingkan daging berlemak.
Cobalah mengolahnya dengan cara dipanggang, dibakar, dipanggang dalam oven, atau direbus perlahan.
6. Putih telur
Putih telur rendah lemak dan tinggi protein. Cobalah mengonsumsinya dengan cara direbus tanpa cangkang (poached).
Kuning telur dan telur goreng tinggi lemak serta dapat memicu gejala refluks.
7. Lemak sehat
Tubuh membutuhkan lemak agar dapat berfungsi, namun penting untuk memilih jenis lemak yang tepat dan mengonsumsinya dalam jumlah wajar.
Sumber lemak tak jenuh yang sehat meliputi:
- alpukat.
- kacang kenari.
- biji rami (flaxseed).
- minyak zaitun.
- minyak wijen.
- minyak bunga matahari.