Bisakah Terapi Perilaku Kognitif Membantu Mengatasi Gejala Menopause?

Terapi perilaku kognitif mengatasi gejala menopause
Sumber :
  • https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images

Para peneliti menyimpulkan bahwa CBTI dan terapi pembatasan tidur lebih efektif dalam menangani insomnia yang terkait dengan menopause dibandingkan dengan SHE. Selain itu, CBTI juga terbukti lebih baik dalam membantu seseorang untuk tetap tertidur.

img_title Apakah Insomnia Merupakan Gejala PMS?

Sebuah uji coba berskala kecil pada tahun 2024 juga mencatat bahwa CBT yang dilakukan dalam kelompok mungkin dapat meredakan gejala insomnia sekaligus gejala depresi.

Sensasi Panas

img_title Apa yang Harus Dilakukan untuk Mengatasi Insomnia Akibat Menopause

Sensasi panas (hot flashes) merupakan salah satu gejala menopause yang paling dikenal luas. Meskipun pengobatan medis dapat membantu menangani sensasi panas tersebut, sebagian orang mungkin tidak dapat atau tidak ingin mengonsumsi obat-obatan; dalam kondisi ini, terapi perilaku kognitif (CBT) bisa menjadi pilihan yang tepat.

Sebuah editorial tahun 2021 menunjukkan bahwa CBT berpotensi mengurangi dampak gejala vasomotor, yang mencakup sensasi panas dan keringat di malam hari. CBT yang dilakukan dalam kelompok juga dapat membantu meningkatkan kualitas hidup.

img_title Insomnia, Masalah Tidur, dan Menopause

Namun, penelitian dari tahun 2020 mencatat bahwa hasil studi yang mengevaluasi efektivitas CBT untuk gejala vasomotor masih beragam. 

Oleh karena itu, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami sepenuhnya manfaat CBT serta perannya dalam rencana penanganan sensasi panas saat menopause.

Jadi itulah penjelasan mengenai bisakah terapi perilaku kognitif membantu mengatasi gejala menopause. Menopause dapat menimbulkan berbagai macam gejala. Terapi perilaku kognitif (CBT) mungkin dapat membantu mengatasi beberapa di antaranya, termasuk perubahan suasana hati, masalah tidur, dan sensasi panas tiba-tiba (hot flashes).