Pemuda Muhammadiyah Ciamis Gandeng UMC, 15 Warga Dapat Beasiswa Kuliah

Penandatanganan nota kesepahaman antara Pemuda Muhammadiyah Ciamis dan Universitas Muhammadiyah Cirebon disaksikan Anggota DPRD Ciamis.
Sumber :
  • IS/AT

Ciamis, OlretAnak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Ciamis kini punya jalan baru menuju bangku kuliah. Lewat kerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC), Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Ciamis memastikan lulusan pendidikan kesetaraan, termasuk Paket C, tidak lagi terhenti di jenjang menengah. Sebanyak 15 warga Ciamis ditetapkan sebagai penerima manfaat pertama program beasiswa tersebut.

img_title Cara Guru Menciptakan Suasana Belajar yang Menyenangkan

Selama ini, penanganan ATS di Ciamis banyak berhenti pada tahap mengembalikan warga ke pendidikan nonformal. Melalui skema baru ini, jalur keberlanjutan dibuka lebih jauh. Lulusan Paket C dapat langsung tersambung ke perguruan tinggi, tanpa terhambat status kesetaraan maupun kendala biaya yang selama ini menjadi penghalang utama.

Komitmen tersebut dituangkan dalam nota kesepahaman yang diteken di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Hikam, Desa Karangampel, Kecamatan Baregbeg, Rabu (12/8/2026). Penandatanganan berlangsung bersamaan dengan peresmian PKBM Hikam dan diskusi publik bertema "Wajah Pendidikan Ciamis".

img_title Pemuda Muhammadiyah Ciamis Turun ke Desa, Dorong Penanganan Anak Tidak Sekolah hingga Tingkat Dusun

Dekan Fakultas Agama Islam UMC, Aip Syarifudin, menegaskan pintu kampusnya terbuka lebar bagi lulusan pendidikan kesetaraan. Menurutnya, status alumni Paket C bukan lagi penghalang untuk melanjutkan studi ke jenjang sarjana.

"Kami terbuka tangan atas kerja sama ini. Alumni Paket C bisa kuliah di UMC," kata Aip.

img_title Relawan Pendidikan Muhammadiyah Datangi DPRD Ciamis, Tanyakan Soal Anak Tidak Sekolah

Beasiswa Kulian Bagian dari Rangkaian Penanganan ATS

Ketua PDPM Ciamis, Isa Nuralamsyah, menjelaskan program beasiswa ini melengkapi rangkaian upaya yang sudah berjalan lebih dulu, mulai dari gerakan Relawan Pendidikan hingga peresmian PKBM Hikam sebagai pusat belajar masyarakat.

"Upaya peningkatan pendidikan di Ciamis, kuliahkan 15 orang pertama," ujar Isa.

Dengan pendekatan berjenjang ini, penanganan ATS di Ciamis diarahkan tidak berhenti hanya pada pemulihan akses pendidikan dasar dan menengah, tetapi berlanjut hingga pendidikan tinggi.

Diharapkan Berlanjut, Tak Berhenti di 15 Orang

Program 15 beasiswa perdana ini disebut sebagai titik awal, bukan target akhir.

"PDPM Ciamis berharap kerja sama dengan UMC berkembang menjadi skema kolaborasi jangka panjang yang bisa menjangkau lebih banyak warga Ciamis. Khususnya kelompok yang selama ini kesulitan mengakses pendidikan tinggi karena faktor ekonomi maupun status kesetaraan," harap Isa.

Halaman Selanjutnya
img_title