4 Pengobatan Rumahan yang Didukung oleh Sains, Apa Saja?
- https://www.pexels.com/id-id/foto/cangkir-minuman-teh-talenan
Cara penyajiannya pun cukup umum: parut jahe ke dalam teh untuk mendapatkan khasiat yang lebih kuat. Namun, ada manfaat jahe lain yang jarang disadari, yaitu efektivitasnya sebagai agen anti-inflamasi.
Lain kali saat Anda merasa agak mual dan sakit kepala, cobalah jahe. Jahe bekerja dengan cara yang berbeda dibandingkan obat pereda nyeri lainnya yang menargetkan peradangan.
Jahe menghambat pembentukan jenis senyawa peradangan tertentu dan meredakan peradangan yang sudah ada melalui kandungan antioksidan yang berinteraksi dengan tingkat keasaman cairan di antara sendi.
Efek anti-inflamasi ini diperoleh tanpa risiko yang biasanya dikaitkan dengan obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID).
Resep teh jahe:
1. Parut jahe mentah sepanjang setengah inci.
2. Rebus 2 cangkir air, lalu tuangkan ke atas jahe.
3. Diamkan selama 5 hingga 10 menit.
4. Tambahkan air perasan lemon, serta madu atau nektar agave sesuai selera.
4. Jamur shiitake untuk manfaat jangka panjang
Lentinan, yang juga dikenal sebagai AHCC (active hexose correlated compound), merupakan ekstrak jamur shiitake. Senyawa ini memberikan efek antioksidan dan anti-inflamasi pada tingkat sel.
Sebuah penelitian menggunakan cawan petri menunjukkan bahwa AHCC dapat membantu menghambat sel kanker payudara; interaksinya dengan sistem kekebalan tubuh juga berpotensi membantu melawan kanker dengan cara memulihkan sistem kekebalan tubuh yang melemah akibat kemoterapi.
Jika Anda merasa nyaman saat mengonsumsi kaldu tulang, cobalah tambahkan beberapa potong jamur shiitake ke dalamnya.
Sebuah penelitian menemukan bahwa mengonsumsi 5 hingga 10 gram jamur shiitake setiap hari dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh manusia setelah empat minggu.
Jadi itulah empat pengobatan rumahan yang didukung oleh sains. Beberapa pengobatan rumahan dapat membantu meredakan nyeri, peradangan, mual, atau masalah pencernaan.